Studi Ungkap Makanan Fermentasi Lebih Ampuh Sehatkan Usus daripada Tinggi Serat, Benarkah?

16 Juli 2026 18:01
Penulis: Alamsyah, lifestyle
Aneka makanan fermentasi seperti yogurt, kimchi, kefir, dan kombucha yang diketahui dapat membantu meningkatkan kesehatan mikrobioma usus.

Sahabat.com - Kesehatan usus kini menjadi salah satu fokus utama dalam dunia kesehatan dan gaya hidup. Tak hanya berperan dalam proses pencernaan, usus juga memengaruhi penyerapan nutrisi, sistem kekebalan tubuh, hingga suasana hati melalui hubungan antara usus dan otak (gut-brain axis).

Selama ini, banyak orang mengandalkan makanan tinggi serat atau suplemen probiotik untuk menjaga kesehatan usus. Namun, sebuah penelitian dari Universitas Stanford menunjukkan bahwa makanan fermentasi mungkin memberikan manfaat yang lebih besar, terutama dalam meningkatkan keragaman mikrobioma usus.

Dalam studi yang berlangsung selama 17 minggu terhadap 36 orang dewasa sehat, para peneliti membagi peserta menjadi dua kelompok. Kelompok pertama menjalani pola makan tinggi serat dengan asupan sekitar 45 gram serat per hari yang berasal dari buah, sayuran, biji-bijian utuh, kacang-kacangan, dan biji-bijian. Sementara kelompok lainnya mengonsumsi sekitar enam porsi makanan fermentasi setiap hari, seperti yogurt, kefir, kimchi, kombucha, dan sauerkraut.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi makanan fermentasi secara rutin mampu meningkatkan keragaman mikrobioma usus secara bertahap. Selain itu, para peneliti juga menemukan penurunan pada 19 penanda peradangan dalam darah, dan hasil tersebut terlihat hampir pada seluruh peserta, terlepas dari jenis makanan fermentasi yang mereka konsumsi.

Menariknya, peningkatan bakteri baik di usus bukan semata-mata berasal dari mikroorganisme yang terdapat dalam makanan fermentasi. Peneliti menemukan hanya sekitar lima persen bakteri baru yang identik dengan bakteri dari makanan tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa makanan fermentasi lebih berperan dalam menciptakan lingkungan usus yang lebih sehat sehingga bakteri baik dapat berkembang secara alami.

Meski demikian, bukan berarti makanan tinggi serat harus ditinggalkan. Serat tetap penting untuk melancarkan pencernaan, membantu mengontrol kadar gula darah, dan menjaga kesehatan tubuh dalam jangka panjang. Penelitian ini hanya menunjukkan bahwa jika tujuan utamanya adalah meningkatkan keragaman mikrobioma usus dan mengurangi peradangan, makanan fermentasi layak mendapat perhatian lebih dalam pola makan sehari-hari.

0 Komentar

Berita Terkait

Leave a comment