Fakta Terbaru soal MSG Terungkap, Ternyata Micin Tak Seberbahaya yang Selama Ini Dipercaya

13 Juli 2026 14:01
Penulis: Alamsyah, lifestyle
Ilustrasi berbagai makanan kemasan dan penyedap rasa MSG yang selama ini kerap dikaitkan dengan mitos kesehatan, meski penelitian modern menyebut aman dikonsumsi dalam jumlah wajar.

Sahabat.com - Monosodium glutamat (MSG) atau yang lebih dikenal sebagai micin selama bertahun-tahun memiliki citra negatif. Banyak orang percaya bahan penyedap rasa ini dapat memicu berbagai gangguan kesehatan. Namun, hasil penelitian modern justru menunjukkan bahwa sebagian besar anggapan tersebut tidak didukung bukti ilmiah yang kuat.

Stigma terhadap MSG bermula pada 1968 setelah sebuah surat yang dimuat dalam New England Journal of Medicine mengaitkan keluhan seperti mati rasa dan pusing setelah menyantap makanan di restoran China. Meski penulis surat itu sendiri mengakui penyebabnya belum pasti dan bisa dipengaruhi faktor lain, istilah "Chinese Restaurant Syndrome" telanjur menyebar dan membentuk opini publik selama puluhan tahun.

Padahal, glutamat yang menjadi komponen utama MSG merupakan asam amino yang secara alami terdapat pada tomat, jamur, keju parmesan, miso, hingga kecap. MSG sendiri ditemukan oleh ilmuwan Jepang, Kikunae Ikeda, pada 1908 dan kini diproduksi melalui proses fermentasi yang mirip dengan pembuatan yogurt maupun cuka.

Penulis ilmu pangan Harold McGee menjelaskan, "Saat MSG dicampurkan ke dalam makanan yang mengandung cairan, glutamat dan natriumnya akan terpisah." Glutamat kemudian memberikan rasa umami atau gurih alami yang membuat cita rasa makanan menjadi lebih kaya.

Pada 1995, Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) menyatakan MSG aman dikonsumsi dalam jumlah wajar dan memasukkannya ke dalam kategori Generally Recognized as Safe (GRAS). Ahli gizi Samantha Cassetty mengatakan, "Sebagian orang yang sensitif mungkin mengalami gejala seperti sakit kepala atau wajah memerah setelah mengonsumsi MSG dalam jumlah besar. Namun, kebanyakan orang tidak perlu khawatir jika mengonsumsinya dalam jumlah kecil."

Selain meningkatkan cita rasa makanan, MSG juga mengandung natrium sekitar dua pertiga lebih rendah dibandingkan garam dapur. Karena itu, penggunaannya dalam jumlah sedikit dapat membantu mengurangi konsumsi garam tanpa mengorbankan rasa. Meski demikian, para ahli tetap menyarankan untuk membatasi konsumsi makanan ultra-proses yang umumnya mengandung natrium tinggi dan lebih mengutamakan makanan segar serta minim olahan sebagai bagian dari pola makan sehat.

0 Komentar

Berita Terkait

Leave a comment