Sahabat.com - Monosodium glutamat (MSG) atau yang lebih dikenal sebagai micin selama bertahun-tahun memiliki citra negatif. Banyak orang percaya bahan penyedap rasa ini dapat memicu berbagai gangguan kesehatan. Namun, hasil penelitian modern justru menunjukkan bahwa sebagian besar anggapan tersebut tidak didukung bukti ilmiah yang kuat.
Stigma terhadap MSG bermula pada 1968 setelah sebuah surat yang dimuat dalam New England Journal of Medicine mengaitkan keluhan seperti mati rasa dan pusing setelah menyantap makanan di restoran China. Meski penulis surat itu sendiri mengakui penyebabnya belum pasti dan bisa dipengaruhi faktor lain, istilah "Chinese Restaurant Syndrome" telanjur menyebar dan membentuk opini publik selama puluhan tahun.
Padahal, glutamat yang menjadi komponen utama MSG merupakan asam amino yang secara alami terdapat pada tomat, jamur, keju parmesan, miso, hingga kecap. MSG sendiri ditemukan oleh ilmuwan Jepang, Kikunae Ikeda, pada 1908 dan kini diproduksi melalui proses fermentasi yang mirip dengan pembuatan yogurt maupun cuka.
Penulis ilmu pangan Harold McGee menjelaskan, "Saat MSG dicampurkan ke dalam makanan yang mengandung cairan, glutamat dan natriumnya akan terpisah." Glutamat kemudian memberikan rasa umami atau gurih alami yang membuat cita rasa makanan menjadi lebih kaya.
Pada 1995, Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) menyatakan MSG aman dikonsumsi dalam jumlah wajar dan memasukkannya ke dalam kategori Generally Recognized as Safe (GRAS). Ahli gizi Samantha Cassetty mengatakan, "Sebagian orang yang sensitif mungkin mengalami gejala seperti sakit kepala atau wajah memerah setelah mengonsumsi MSG dalam jumlah besar. Namun, kebanyakan orang tidak perlu khawatir jika mengonsumsinya dalam jumlah kecil."
Selain meningkatkan cita rasa makanan, MSG juga mengandung natrium sekitar dua pertiga lebih rendah dibandingkan garam dapur. Karena itu, penggunaannya dalam jumlah sedikit dapat membantu mengurangi konsumsi garam tanpa mengorbankan rasa. Meski demikian, para ahli tetap menyarankan untuk membatasi konsumsi makanan ultra-proses yang umumnya mengandung natrium tinggi dan lebih mengutamakan makanan segar serta minim olahan sebagai bagian dari pola makan sehat.
0 Komentar
Pemanis Buatan Ternyata Tak Selalu Aman, 9 Dampak Mengejutkan yang Bisa Mengancam Kesehatan
Fakta Terbaru soal MSG Terungkap, Ternyata Micin Tak Seberbahaya yang Selama Ini Dipercaya
Tak Cuma Enak Dijadikan Camilan, 3 Jenis Kacang Ini Terbukti Bantu Turunkan Tekanan Darah Tinggi
Frozen Yogurt vs Es Krim, Mana yang Lebih Sehat? Ini Jawaban Ahli yang Bikin Banyak Orang Terkejut
Tak Perlu Stop Makan Gula Total! Penelitian Ungkap Mengurangi Gula Justru Lebih Baik untuk Kesehatan
Blueberry atau Pisang? Ini Buah Terbaik untuk Menambah Energi Tanpa Bikin Gula Darah Melonjak
Suka Makan Bawang? Penelitian Ungkap Risiko Diabetes dan Hipertensi Bisa Lebih Rendah
Sering Dianggap Tidak Sehat, Camilan Ini Justru Baik untuk Jantung Menurut Ahli Gizi
Rahasia Awet Muda, Ahli Biokimia Minum Smoothie 6 Bahan Ini Setiap Hari
Waspada! 6 Makanan Ini Diam-Diam Bikin Kolesterol Jahat Melonjak
Leave a comment