Sahabat.com - Banyak orang yang sedang menjalani program diet atau menurunkan berat badan memilih menghilangkan gula sepenuhnya dari menu harian. Namun, penelitian terbaru justru mengungkap bahwa mengurangi konsumsi gula secara bertahap bisa menjadi pilihan yang lebih sehat dibanding menghentikannya total.
Menurut dokter spesialis kebidanan sekaligus pakar pengobatan integratif, Dr. Anna Cabeca, gula sebenarnya merupakan karbohidrat yang dibutuhkan tubuh sebagai sumber energi. "Gula adalah bahan bakar tubuh, tetapi jika dikonsumsi berlebihan dapat meningkatkan kadar gula darah dengan cepat," jelasnya.
Penelitian yang dipresentasikan dalam pertemuan tahunan Endocrine Society di Chicago menemukan bahwa tikus yang menjalani pola makan rendah lemak tanpa sukrosa atau gula pasir justru mengalami penurunan kesehatan usus, peningkatan peradangan, dan gangguan metabolisme. Para peneliti menduga hilangnya sukrosa mengubah keseimbangan mikrobioma usus yang berperan penting dalam menjaga kesehatan tubuh.
Dr. Cabeca menjelaskan bahwa perubahan pola makan secara ekstrem dapat memengaruhi bakteri baik di dalam usus. "Saat sukrosa dihilangkan sepenuhnya, komposisi bakteri usus ikut berubah. Pergeseran ini bisa mengganggu keseimbangan mikrobioma sehingga memicu peradangan dan menurunkan kesehatan metabolisme," ujarnya.
Meski begitu, bukan berarti konsumsi gula boleh berlebihan. Dr. Cabeca menyarankan untuk mengurangi gula tambahan karena konsumsi berlebih dapat meningkatkan kadar insulin, memicu peradangan, mengganggu keseimbangan hormon, hingga memperbesar risiko perlemakan hati, resistensi insulin, dan diabetes tipe 2.
Sebagai gantinya, ia merekomendasikan memilih pemanis yang lebih sehat seperti stevia atau monk fruit. Madu murni dan sirup maple juga masih dapat dikonsumsi sesekali dalam jumlah kecil. Sementara buah utuh tetap menjadi pilihan terbaik karena mengandung serat yang membantu memperlambat penyerapan gula sekaligus memberi nutrisi bagi bakteri baik di usus.
"Idealnya gula tambahan dikonsumsi seminimal mungkin. Jika kondisi metabolisme tubuh sudah baik, asupan gula harian sekitar 25 hingga 30 gram masih dapat ditoleransi, terutama jika berasal dari sumber alami," kata Dr. Cabeca.
Kesimpulannya, menjaga kesehatan tidak harus dilakukan dengan menghindari gula sepenuhnya. Mengurangi konsumsi gula secara bijak, memilih sumber pemanis yang lebih sehat, serta memperbanyak makanan utuh dan kaya serat menjadi langkah yang lebih efektif untuk menjaga berat badan, kesehatan usus, dan metabolisme tubuh dalam jangka panjang.
0 Komentar
Tak Perlu Stop Makan Gula Total! Penelitian Ungkap Mengurangi Gula Justru Lebih Baik untuk Kesehatan
Blueberry atau Pisang? Ini Buah Terbaik untuk Menambah Energi Tanpa Bikin Gula Darah Melonjak
Suka Makan Bawang? Penelitian Ungkap Risiko Diabetes dan Hipertensi Bisa Lebih Rendah
Sering Dianggap Tidak Sehat, Camilan Ini Justru Baik untuk Jantung Menurut Ahli Gizi
Waspada! 6 Makanan Ini Diam-Diam Bikin Kolesterol Jahat Melonjak
Dokter Ungkap Makanan Panas Justru Bisa Bikin Tubuh Lebih Sejuk Saat Cuaca Ekstrem, Kok Bisa?
Ganti Kopi Harian dengan Mushroom Coffee Selama 30 Hari, Ini Perubahan yang Terjadi
Leave a comment