Makanan Fermentasi Ternyata Bisa Bikin Usus Lebih Sehat, Ini Kata Ilmuwan

29 Juni 2026 16:27
Penulis: Alamsyah, lifestyle
Ilustrasi berbagai makanan fermentasi seperti yogurt, kimchi, kefir, dan sauerkraut yang dikenal memiliki potensi manfaat bagi kesehatan usus dan metabolisme tubuh.

Sahabat.com - Makanan fermentasi kini bukan lagi sekadar makanan tradisional, tetapi mulai menjadi bagian dari gaya hidup sehat modern. Berbagai penelitian menunjukkan makanan seperti yogurt, kimchi, kefir, sauerkraut, dan miso dapat membantu menjaga kesehatan usus, memperbaiki metabolisme, hingga berpotensi mengurangi peradangan dalam tubuh.

Makanan fermentasi dibuat melalui proses alami ketika bakteri, ragi, atau jamur mengubah bahan makanan menjadi produk dengan rasa khas. Proses ini tidak hanya menghasilkan cita rasa unik, tetapi juga dipercaya menciptakan senyawa yang bermanfaat bagi tubuh.

Para ilmuwan menemukan bahwa konsumsi makanan fermentasi secara rutin dapat meningkatkan keberagaman mikrobioma usus, yaitu kumpulan bakteri baik yang berperan penting dalam sistem pencernaan dan kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Sebuah penelitian menemukan orang dewasa sehat yang mengonsumsi makanan fermentasi seperti yogurt, kimchi, dan kombucha selama beberapa minggu mengalami penurunan tanda-tanda peradangan serta peningkatan jumlah bakteri baik di usus.

Profesor ilmu pangan dari University of Nebraska-Lincoln, Robert Hutkins, mengatakan banyak penelitian terkait makanan fermentasi masih memiliki keterbatasan. Menurutnya, sebagian studi masih bersifat observasi sehingga belum dapat memastikan hubungan sebab-akibat secara langsung.

Sementara itu, Maria Marco, profesor ilmu pangan dari University of California, Davis, menjelaskan bahwa proses fermentasi dapat membantu membuat nutrisi lebih mudah diserap tubuh sekaligus menghasilkan vitamin tertentu.

Selain itu, para peneliti juga sedang mempelajari senyawa hasil fermentasi yang kemungkinan dapat membantu mengatur kadar gula darah, mengurangi inflamasi, dan membuat seseorang merasa kenyang lebih lama.

Untuk mendapatkan manfaatnya, ahli menyarankan menambahkan makanan fermentasi secara perlahan dalam menu harian. Misalnya dengan mengonsumsi yogurt tawar saat sarapan, menambahkan kimchi ke makanan, atau menikmati sauerkraut sebagai pendamping protein.

Namun, tidak semua orang disarankan mengonsumsi makanan fermentasi tanpa perhatian. Orang dengan kondisi imunitas tertentu perlu berhati-hati terhadap produk fermentasi mentah yang mengandung kultur hidup. Selain itu, makanan seperti kimchi dan sauerkraut yang tinggi garam juga perlu dibatasi bagi mereka yang mengontrol tekanan darah.

Pada akhirnya, makanan fermentasi bukanlah solusi ajaib untuk semua masalah kesehatan. Tetapi, sebagai bagian dari pola makan seimbang, makanan ini berpotensi menjadi pilihan sederhana untuk mendukung kesehatan usus dan menjaga tubuh tetap bugar.

0 Komentar

Berita Terkait

Leave a comment