Sahabat.com - Mentega dan margarin menjadi dua bahan makanan yang hampir selalu ada di dapur. Keduanya sering digunakan untuk mengoles roti, membuat kue, memasak, hingga menambah rasa gurih pada berbagai hidangan. Sekilas terlihat mirip, tetapi sebenarnya mentega dan margarin memiliki perbedaan besar dari asal bahan hingga kandungan nutrisinya.
Ahli gizi Amy Goodson menjelaskan bahwa mentega dan margarin dibuat dengan cara berbeda serta memiliki jenis lemak dan nutrisi yang tidak sama. Mentega berasal dari produk susu, yaitu krim yang dikocok hingga lemaknya terpisah dan membentuk tekstur padat. Karena berasal dari lemak hewani, mentega secara alami mengandung kolesterol dan lebih tinggi lemak jenuh.
Sementara itu, margarin awalnya dibuat sebagai alternatif mentega yang lebih terjangkau. Produk ini berasal dari minyak nabati seperti minyak kedelai, kanola, bunga matahari, kelapa sawit, atau zaitun yang diproses hingga memiliki tekstur mirip mentega. Kandungan lemak tak jenuh pada margarin umumnya lebih tinggi dibandingkan mentega.
Namun, bukan berarti margarin selalu lebih baik. Mentega yang dikonsumsi berlebihan dapat meningkatkan kadar kolesterol LDL atau kolesterol jahat karena kandungan lemak jenuhnya. Sebaliknya, beberapa jenis margarin modern mengandung lebih banyak lemak tak jenuh yang dikaitkan dengan kesehatan jantung yang lebih baik, meski tetap perlu diperhatikan karena sebagian produk mengalami banyak proses pengolahan.
Ahli diet Mia Syn menyebutkan bahwa pilihan terbaik bergantung pada kebutuhan tubuh masing-masing. Bagi orang yang fokus menjaga kesehatan jantung, margarin lembut berbahan minyak nabati tak jenuh bisa menjadi pilihan. Namun, bagi mereka yang lebih memilih makanan minim proses, mentega dalam jumlah wajar tetap dapat menjadi bagian dari pola makan seimbang.
Baik mentega maupun margarin juga memiliki kandungan gizi. Mentega mengandung vitamin A yang membantu kesehatan mata, kulit, dan sistem imun, serta vitamin D dan beberapa nutrisi lain. Margarin tertentu juga diperkaya vitamin A dan D yang mendukung tulang serta daya tahan tubuh.
Pada akhirnya, bukan sekadar memilih mentega atau margarin yang dianggap paling sehat. Amy Goodson menegaskan bahwa jenis produk dan cara penggunaannya jauh lebih penting daripada memberi label salah satu sebagai pilihan terbaik. Mengatur porsi tetap menjadi kunci agar konsumsi lemak tidak berlebihan.
0 Komentar
Mentega atau Margarin, Mana yang Lebih Sehat? Jawabannya Ternyata Tidak Sesederhana Itu
Rahasia Mengejutkan! Apel atau Anggur, Mana yang Sebenarnya Lebih Aman untuk Gula Darah?
Nasi atau Kentang, Mana yang Lebih Sehat? Ahli Gizi Ungkap Jawaban yang Mungkin Mengejutkan
Bukan Oatmeal! Ini Menu Sarapan Sehat yang Diam-Diam Jadi Sahabat Terbaik Jantung Anda
Rutin Minum Protein Powder Setiap Hari? Ini Perubahan yang Bisa Terjadi pada Tubuh
Rendam Almond Semalaman Bikin Lebih Sehat? Ini Fakta Mengejutkan yang Diungkap Penelitian
Leave a comment