Ganti Kopi Harian dengan Mushroom Coffee Selama 30 Hari, Ini Perubahan yang Terjadi

30 Juni 2026 16:09
Penulis: Alamsyah, lifestyle
Ilustrasi secangkir mushroom coffee dengan bahan jamur adaptogen yang sedang populer sebagai alternatif kopi untuk energi dan kesehatan.

Sahabat.com - Bagi banyak orang, kopi menjadi bagian penting dari rutinitas pagi. Namun, tren baru bernama mushroom coffee atau kopi jamur mulai menarik perhatian karena menawarkan sensasi minum kopi dengan tambahan manfaat dari jamur adaptogen.

Mushroom coffee adalah minuman yang biasanya dibuat dari campuran kopi bubuk dan bubuk jamur herbal seperti lion’s mane, chaga, cordyceps, serta reishi. Berbeda dengan anggapan banyak orang, rasanya tidak seperti jamur yang dicampurkan ke dalam kopi. Seorang pencoba yang biasanya minum kopi setiap hari mencoba mengganti kopi biasa dengan mushroom coffee selama 30 hari untuk melihat pengaruhnya terhadap energi, fokus, suasana hati, dan kualitas tidur.

Pada minggu pertama, perubahan yang dirasakan cukup mengejutkan. Rasa kopi jamur ternyata lebih lembut dan creamy, bahkan membuat kebutuhan tambahan krimer berkurang. Kandungan kafeinnya juga lebih rendah dibanding kopi biasa, sehingga tubuh terasa lebih nyaman.

Jika kopi biasa mengandung sekitar 80–160 miligram kafein per cangkir, mushroom coffee umumnya memiliki sekitar 35–50 miligram. Hal ini membuatnya dianggap lebih ramah bagi orang yang mudah merasa cemas atau mengalami jantung berdebar setelah minum kopi.

Memasuki minggu kedua, energi terasa lebih stabil sepanjang hari. Tidak ada lonjakan energi yang terlalu tinggi lalu turun drastis seperti efek kafein pada sebagian orang. Tidur juga terasa lebih mudah karena asupan kafein berkurang.

Namun pada minggu ketiga muncul sakit kepala ringan yang datang sesekali. Penyebabnya belum dapat dipastikan apakah berasal dari perubahan kafein atau efek lain dari jamur tersebut.

Menurut Catherine Gervacio, RND, setiap jenis jamur memiliki potensi manfaat berbeda. “Lion’s mane dapat membantu mendukung fungsi otak dan fokus, sementara reishi sering dikaitkan dengan pengelolaan stres dan kualitas tidur yang lebih baik.”

Bryan Quoc Le, PhD, juga menjelaskan bahwa kopi jamur bisa menjadi pilihan bagi orang yang ingin mengurangi konsumsi kafein. “Bagi orang yang mudah merasa gelisah atau mengalami penurunan energi setelah minum kopi, minuman ini dapat menjadi alternatif dengan beban stimulan yang lebih rendah.”

Meski menjanjikan, para ahli mengingatkan bahwa penelitian mengenai manfaat mushroom coffee masih terbatas. Banyak penelitian dilakukan pada ekstrak jamur, bukan langsung pada minuman kopi jamur yang dikonsumsi sehari-hari.

Kopi jamur mungkin bukan solusi ajaib untuk kesehatan, tetapi bisa menjadi pilihan menarik bagi mereka yang ingin menikmati ritual minum kopi dengan kafein lebih rendah. Tetap perhatikan reaksi tubuh, terutama bagi orang yang memiliki kondisi kesehatan tertentu atau sedang mengonsumsi obat.

0 Komentar

Berita Terkait

Leave a comment