Suka Makan Bawang? Penelitian Ungkap Risiko Diabetes dan Hipertensi Bisa Lebih Rendah

06 Juli 2026 12:06
Penulis: Alamsyah, lifestyle
Ilustrasi seseorang memotong bawang merah di dapur sebagai bahan makanan yang kaya senyawa bermanfaat untuk mendukung kesehatan tubuh.

Sahabat.com - Bawang sering kali hanya dianggap sebagai bumbu dapur pelengkap masakan. Namun, sebuah penelitian terbaru justru menemukan fakta menarik bahwa orang yang secara genetik menyukai bawang memiliki risiko lebih rendah terkena diabetes tipe 2 dan hipertensi. Temuan ini berasal dari analisis terhadap lebih dari 160 ribu peserta dalam UK Biobank yang meneliti hubungan antara faktor genetik, preferensi makanan, dan kondisi kesehatan.

Peneliti menemukan bahwa individu dengan varian gen reseptor penciuman OR2T6 cenderung lebih menyukai bawang. Menariknya, kelompok ini juga memiliki kemungkinan lebih kecil didiagnosis menderita tekanan darah tinggi maupun diabetes tipe 2. Penulis utama penelitian, Daniel Liang-Dar Hwang, mengatakan riset ini bertujuan memahami apakah preferensi makanan yang dipengaruhi gen dapat membantu menjelaskan hubungan antara pola makan dan kesehatan. "Indra perasa dan penciuman berperan besar dalam menentukan makanan yang kita pilih, sehingga faktor genetik dapat membantu menjelaskan kaitan antara diet dan kesehatan," ujarnya.

Menurut ahli gizi Jessica Cording, bawang mengandung berbagai senyawa bermanfaat seperti flavonoid, quercetin, dan serat yang berperan mendukung kesehatan jantung. Selain itu, bawang juga sering menjadi bagian dari pola makan sehat, termasuk diet Mediterania yang dikenal mampu membantu menurunkan risiko penyakit kronis.

Meski demikian, para ahli mengingatkan bahwa hasil penelitian ini tidak berarti bawang bisa dijadikan obat untuk mencegah diabetes atau hipertensi. Hwang menegaskan, "Temuan kami menunjukkan konsumsi bawang mungkin membantu menurunkan tekanan darah dan risiko diabetes tipe 2, tetapi penelitian ini saja belum cukup untuk merekomendasikan masyarakat mengonsumsi bawang secara khusus demi tujuan tersebut."

Senada dengan itu, Jessica Cording mengatakan tidak ada satu jenis makanan yang mampu menentukan risiko penyakit sendirian. Ia menyarankan masyarakat tetap menerapkan pola makan seimbang, rutin berolahraga, serta memperbanyak konsumsi sayur dan makanan minim proses. Jadi, jika Anda menyukai bawang, tidak ada salahnya menambahkannya ke dalam menu harian. Namun jika tidak, masih banyak pilihan sayuran lain yang menawarkan manfaat kesehatan serupa.

0 Komentar

Berita Terkait

Leave a comment