Sahabat.com - Saat gelombang panas melanda, kebanyakan orang akan langsung mencari es krim, minuman dingin, atau makanan yang menyegarkan. Sensasi dingin memang terasa nikmat, tetapi para ahli kesehatan mengatakan efeknya hanya berlangsung sesaat dan tidak benar-benar menurunkan suhu inti tubuh.
Dokter Reuben Chen menjelaskan bahwa makanan dan minuman dingin hanya memberikan rasa sejuk di area mulut, tenggorokan, dan lambung. "Makanan dingin menciptakan sensasi dingin yang langsung terasa, tetapi pengaruhnya terhadap suhu inti tubuh sangat kecil karena tubuh dengan cepat kembali mencapai keseimbangan," ujarnya.
Bahkan, menurut Chen, konsumsi makanan atau minuman yang terlalu dingin terkadang justru dapat mengurangi produksi keringat untuk sementara. Padahal, berkeringat merupakan mekanisme alami tubuh dalam melepaskan panas.
Sebaliknya, makanan panas atau bercita rasa pedas justru dapat membantu tubuh mendinginkan diri. Pernyataan ini mungkin terdengar bertolak belakang dengan logika, tetapi telah lama dikenal dalam dunia medis.
Dokter John La Puma mengatakan, "Makanan panas mendinginkan tubuh, sedangkan makanan dingin tidak."
Chen menjelaskan bahwa makanan panas, terutama yang mengandung cabai, memiliki senyawa capsaicin yang merangsang reseptor panas di mulut dan saluran pencernaan. Otak kemudian menganggap tubuh sedang mengalami peningkatan suhu sehingga memerintahkan hipotalamus untuk memicu produksi keringat.
"Ketika keringat menguap dari permukaan kulit, proses itulah yang membantu menurunkan suhu inti tubuh secara efektif, meskipun awalnya kita merasa lebih panas," jelasnya.
Meski begitu, cara ini tidak selalu efektif di semua tempat. Dokter Christopher Scuderi menjelaskan bahwa manfaat makanan panas lebih terasa di daerah dengan udara kering dibandingkan wilayah yang lembap.
"Jika Anda berada di daerah gurun dengan udara kering, minuman panas bisa sama efektifnya, bahkan lebih baik daripada minuman dingin karena meningkatkan produksi keringat. Namun, di daerah tropis yang lembap, keringat sulit menguap sehingga tubuh tetap terasa panas," katanya.
La Puma menambahkan bahwa masyarakat di negara-negara beriklim panas seperti India, Asia Tenggara, dan Meksiko sudah lama menerapkan kebiasaan mengonsumsi makanan pedas. "Mereka tinggal di wilayah terpanas dan mengonsumsi makanan paling pedas. Itu bukan kebetulan, melainkan cara kerja fisiologi tubuh," ujarnya.
Jadi, saat cuaca sedang terik, jangan terburu-buru menghindari semangkuk sup hangat atau makanan pedas. Dalam kondisi yang tepat, keduanya justru dapat membantu tubuh mengatur suhu secara alami.
0 Komentar
Dokter Ungkap Makanan Panas Justru Bisa Bikin Tubuh Lebih Sejuk Saat Cuaca Ekstrem, Kok Bisa?
Makanan dan Minuman yang Diam-Diam Bisa Memperparah Maag serta Luka Lambung, Menurut Ahli
Mentega atau Margarin, Mana yang Lebih Sehat? Jawabannya Ternyata Tidak Sesederhana Itu
Makanan Tinggi Serat yang Diam-Diam Menjaga Jantung Tetap Sehat
Leave a comment