Wabah Infeksi Usus Cyclosporiasis Meningkat, Jangan Anggap Remeh Diare yang Tak Kunjung Sembuh

14 Juli 2026 12:02
Penulis: Alamsyah, lifestyle
Ilustrasi aneka sayuran hijau segar yang perlu dicuci dengan benar untuk mengurangi risiko infeksi parasit penyebab cyclosporiasis.

Sahabat.com - Kasus cyclosporiasis, infeksi usus yang disebabkan oleh parasit Cyclospora, dilaporkan meningkat selama musim panas. Penyakit ini menjadi perhatian karena dapat memicu diare berat yang berlangsung selama berhari-hari hingga berminggu-minggu. Otoritas kesehatan di Amerika Serikat mencatat ratusan kasus dan puluhan pasien harus menjalani perawatan di rumah sakit, sementara sumber pasti penyebaran wabah masih dalam penyelidikan.

Selama ini, sebagian besar kasus cyclosporiasis dikaitkan dengan konsumsi produk segar seperti daun selada, basil, ketumbar, raspberry, blackberry, hingga kacang polong. Parasit dapat menyebar melalui makanan atau air yang terkontaminasi, sehingga menjaga kebersihan bahan makanan menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko infeksi.

Ketua Departemen Ilmu Pangan Rutgers University, Don Schaffner, PhD, mengatakan proses pelacakan sumber wabah tidak mudah dilakukan. "Gejala infeksi bisa baru muncul hingga dua minggu setelah seseorang terpapar, sehingga banyak pasien sudah tidak mengingat lagi makanan apa yang mereka konsumsi," jelasnya.

Gejala paling khas dari cyclosporiasis adalah diare cair yang muncul secara tiba-tiba. Selain itu, penderita juga dapat mengalami kram perut, perut kembung, mual, muntah, kehilangan nafsu makan, penurunan berat badan, hingga demam dan tubuh terasa lemas. Pada sebagian orang, gejala bisa mereda lalu kambuh kembali selama beberapa minggu.

Spesialis penyakit infeksi dari UCI Health, Dr. Shruti Gohil, mengingatkan bahwa dehidrasi menjadi risiko terbesar, terutama pada anak-anak, lansia, ibu hamil, dan orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah. "Dehidrasi tidak boleh dianggap sepele karena dapat memengaruhi keseimbangan elektrolit dan kondisi tubuh secara keseluruhan," ujarnya.

Meski begitu, cyclosporiasis dapat diobati menggunakan antibiotik setelah diagnosis dipastikan melalui pemeriksaan laboratorium. Para ahli juga mengimbau masyarakat untuk tetap mengonsumsi buah dan sayuran segar, tetapi pastikan mencucinya dengan benar menggunakan air mengalir serta selalu mencuci tangan sebelum dan sesudah mengolah bahan makanan. Tetap mengikuti informasi resmi dari otoritas kesehatan juga menjadi langkah penting untuk mengantisipasi perkembangan wabah.

0 Komentar

Berita Terkait

Leave a comment