Sering Makan Daging Merah Setiap Hari? Ini Dampaknya pada Tekanan Darah Menurut Ahli

14 Juli 2026 14:10
Penulis: Alamsyah, lifestyle
Ilustrasi hidangan daging merah yang dikonsumsi sebagai menu harian. Konsumsi berlebihan, terutama daging olahan, dikaitkan dengan peningkatan risiko tekanan darah tinggi dan penyakit jantung.

Sahabat.com - Daging merah masih menjadi menu favorit banyak orang karena kaya protein dan mudah diolah menjadi berbagai hidangan lezat. Namun, jika dikonsumsi setiap hari, terutama dalam bentuk daging olahan, kebiasaan ini berpotensi memberikan dampak kurang baik bagi kesehatan, salah satunya meningkatkan risiko tekanan darah tinggi.

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa orang yang sering mengonsumsi daging merah memiliki risiko lebih besar mengalami hipertensi dan penyakit jantung dibandingkan mereka yang membatasi konsumsinya. Risiko tersebut bahkan lebih tinggi pada daging olahan seperti sosis, bacon, ham, dan daging asap yang mengandung kadar natrium serta bahan pengawet lebih tinggi.

Kandungan garam yang berlebihan dapat menyebabkan tubuh menahan lebih banyak cairan sehingga tekanan darah meningkat. Selain itu, bahan pengawet seperti natrium nitrit juga dikaitkan dengan meningkatnya peradangan di dalam tubuh yang berpotensi memengaruhi kesehatan pembuluh darah.

Para ahli juga menjelaskan bahwa konsumsi daging merah secara berlebihan dapat menghasilkan senyawa tertentu di dalam usus yang berhubungan dengan meningkatnya risiko penyakit kardiovaskular. Karena itu, berbagai organisasi kesehatan menyarankan agar konsumsi daging merah dibatasi dan lebih sering memilih sumber protein lain yang lebih ramah bagi jantung.

American Institute for Cancer Research merekomendasikan konsumsi daging merah tidak lebih dari tiga porsi dalam seminggu, sementara daging olahan sebaiknya dihindari. Mengganti sebagian menu harian dengan ikan, kacang-kacangan, tahu, tempe, atau protein nabati lainnya dinilai lebih baik untuk menjaga kesehatan jantung dan tekanan darah.

Selain mengurangi konsumsi daging merah, menjaga tekanan darah tetap normal juga dapat dilakukan dengan rutin berolahraga, berhenti merokok, mengelola stres, menjaga berat badan ideal, serta memperbanyak makanan tinggi serat seperti sayur, buah, dan biji-bijian utuh.

Bagi penderita hipertensi, perubahan pola makan menjadi salah satu langkah penting yang dapat membantu mengontrol tekanan darah. Dengan pola makan seimbang dan gaya hidup sehat, risiko komplikasi seperti penyakit jantung, stroke, hingga gangguan ginjal dapat ditekan sehingga kualitas hidup tetap terjaga.

0 Komentar

Berita Terkait

Leave a comment