Nasi atau Pasta, Mana yang Lebih Aman untuk Gula Darah? Ahli Gizi Beri Jawabannya

20 Juli 2026 14:57
Penulis: Alamsyah, lifestyle
Ilustrasi sepiring nasi dan pasta yang sering dibandingkan sebagai sumber karbohidrat untuk menjaga kadar gula darah.

Sahabat.com - Mengontrol kadar gula darah tidak hanya penting bagi penderita diabetes, tetapi juga bagi siapa saja yang ingin menjaga kesehatan metabolisme. Karena itu, makanan bertepung seperti nasi dan pasta sering kali menjadi perdebatan. Lalu, mana yang sebenarnya lebih ramah untuk gula darah?

Menurut ahli gizi Keri Gans, karbohidrat dari makanan bertepung akan dipecah menjadi glukosa yang kemudian masuk ke aliran darah sehingga dapat meningkatkan kadar gula darah. Namun, bukan berarti semua makanan bertepung harus dihindari.

"Tidak semua makanan bertepung buruk bagi gula darah. Jenis makanan, jumlah yang dikonsumsi, dan apa yang dimakan bersamanya sangat menentukan," ujar Lisa Moskovitz, ahli gizi sekaligus pendiri NY Nutrition Group.

Jenis nasi ternyata berpengaruh terhadap respons gula darah. Ahli gizi Sonya Angelone menjelaskan bahwa nasi putih lebih cepat dicerna karena lapisan dedak dan lembaganya telah dihilangkan. Sebaliknya, nasi merah mengandung lebih banyak serat yang membantu memperlambat penyerapan glukosa, meski tetap dapat meningkatkan gula darah jika dikonsumsi berlebihan.

Sementara itu, pasta dinilai memiliki sedikit keunggulan. Menurut para ahli, pasta, terutama yang dimasak al dente, cenderung dicerna lebih lambat sehingga lonjakan gula darah tidak setinggi nasi putih. Pasta berbahan gandum utuh, kacang-kacangan, atau lentil juga mengandung lebih banyak serat dan protein yang membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil.

"Pasta cenderung menghasilkan respons gula darah yang lebih rendah dibandingkan nasi putih dalam porsi yang sama," kata Angelone.

Meski demikian, para ahli menegaskan bahwa bukan berarti nasi harus dihindari. Yang terpenting adalah memperhatikan porsi makan. Keri Gans menyarankan agar nasi atau pasta dijadikan pelengkap, bukan menu utama. Idealnya, satu porsi sekitar setengah cangkir nasi atau pasta matang dipadukan dengan sumber protein, sayuran, dan lemak sehat agar keseimbangan nutrisi tetap terjaga.

Lisa Moskovitz juga membagikan trik sederhana untuk membantu mengendalikan gula darah. Ia menyarankan memasak nasi atau pasta terlebih dahulu, lalu mendinginkannya di dalam kulkas selama 12 hingga 24 jam sebelum dikonsumsi. Cara ini dapat meningkatkan kandungan pati resisten yang lebih lambat dicerna sehingga lonjakan gula darah dapat ditekan.

0 Komentar

Berita Terkait

Leave a comment