Ahli Gizi Ungkap Alasan Protein Shake Mulai Ditinggalkan, Daging Sapi Utuh Disebut Bikin Kenyang Lebih Lama

17 Juli 2026 14:55
Penulis: Alamsyah, lifestyle
Ilustrasi daging sapi tanpa lemak sebagai sumber protein utuh yang disebut ahli gizi mampu memberikan rasa kenyang lebih lama dibandingkan protein shake.

Sahabat.com - Protein shake dan protein bar selama ini menjadi pilihan praktis bagi banyak orang untuk memenuhi kebutuhan protein harian. Namun, di tengah meningkatnya perhatian terhadap dampak makanan ultra-proses bagi kesehatan, para ahli gizi kini mulai menyarankan agar sebagian konsumsi produk tersebut diganti dengan sumber protein utuh atau whole food.

Ahli gizi terdaftar sekaligus pendiri Satisfy Nourish Love, Megan Anderson, RDN, LDN, menjelaskan bahwa protein dari makanan utuh seperti daging sapi tanpa lemak mampu memberikan rasa kenyang lebih lama dibandingkan produk protein olahan. Menurutnya, daging sapi berkualitas mengandung sembilan asam amino esensial lengkap serta lemak alami yang membantu memperlambat proses pengosongan lambung sehingga membuat seseorang merasa lebih puas setelah makan.

"Daging sapi berkualitas tinggi menyediakan sembilan asam amino esensial sekaligus lemak alami yang membantu memperlambat pengosongan lambung dan meningkatkan rasa kenyang. Banyak orang merasa lebih puas setelah mengonsumsi hidangan berbahan daging sapi dibandingkan produk protein olahan," ujar Anderson.

Ia juga menambahkan bahwa mengurangi konsumsi makanan ultra-proses berpotensi memberikan manfaat kesehatan. Tinjauan penelitian yang dipublikasikan dalam BMJ pada 2024 menemukan bahwa konsumsi makanan ultra-proses dalam jumlah tinggi berkaitan dengan meningkatnya risiko berbagai penyakit kronis, meski pola makan secara keseluruhan tetap menjadi faktor utama.

Meski begitu, Anderson menegaskan bahwa mengganti protein shake dengan daging sapi tidak otomatis meningkatkan massa otot. "Jika asupan nutrisi, olahraga, kualitas tidur, dan gaya hidup tetap sama, sebagian besar orang tidak akan melihat perubahan besar pada komposisi tubuh," katanya.

Menurut Anderson, yang lebih penting adalah memperhatikan tingkat rasa lapar, energi, kualitas tidur, pemulihan setelah olahraga, hingga kesehatan metabolik secara keseluruhan. Protein dari makanan utuh dapat menjadi pilihan yang lebih mengenyangkan sekaligus membantu menjaga pola makan sehat dalam jangka panjang.

0 Komentar

Berita Terkait

Leave a comment