Kenapa Jalan Kaki Makin Lambat Saat Usia Bertambah? Ini Alasan Tubuh Mulai Berubah

12 Juni 2026 17:33
Penulis: Alamsyah, lifestyle
Ilustrasi seseorang lanjut usia berjalan dengan bantuan keseimbangan tubuh yang menggambarkan perubahan mobilitas akibat penuaan.

Sahabat.com - Berjalan kaki adalah aktivitas sederhana yang sering dianggap mudah, tetapi kemampuan berjalan ternyata mengalami perubahan besar seiring bertambahnya usia. Banyak orang mulai merasa langkah menjadi lebih lambat, jarak berjalan terasa lebih melelahkan, dan tubuh tidak lagi sekuat saat muda.

Sebuah penelitian terbaru dari Flinders University dan University of Canberra, Australia, menemukan alasan mengapa hal tersebut terjadi. Para peneliti menyebut bahwa tubuh manusia yang menua mulai menggunakan strategi “mengutamakan keamanan” saat berjalan.

Penelitian yang melibatkan 107 orang sehat berusia 26 hingga 86 tahun ini menemukan bahwa tubuh orang lanjut usia cenderung lebih memilih menjaga keseimbangan dibandingkan mempertahankan kecepatan atau efisiensi energi.

Saat usia bertambah, otot dan sendi terutama bagian pergelangan kaki mulai bekerja dengan cara berbeda. Tubuh mengaktifkan beberapa otot yang berlawanan secara bersamaan untuk membuat sendi lebih kaku dan stabil ketika kaki menyentuh tanah.

Dr. Cody Lindsay dari Flinders Caring Futures Institute menjelaskan bahwa pergelangan kaki memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan sekaligus membantu tubuh bergerak maju.

“Ketika usia bertambah, tubuh mulai lebih memilih stabilitas dibandingkan efisiensi. Hal ini membantu seseorang tetap berdiri, tetapi membuat berjalan membutuhkan lebih banyak usaha,” ujarnya.

Perubahan tersebut memang membuat seseorang lebih aman dari kehilangan keseimbangan, tetapi ada konsekuensi lain. Otot harus bekerja lebih keras tanpa menghasilkan dorongan gerakan yang sama besar. Akibatnya, langkah menjadi lebih pendek, kecepatan menurun, dan tubuh lebih cepat merasa lelah.

Associate Professor Maarten Immink mengatakan sistem saraf secara alami melakukan penyesuaian untuk menghadapi perubahan akibat penuaan.

“Sistem saraf mengambil pendekatan yang mengutamakan keamanan, sehingga tubuh memilih kestabilan dibandingkan performa gerakan,” jelasnya.

Kondisi ini juga dapat meningkatkan risiko jatuh, terutama ketika seseorang menghadapi permukaan yang tidak rata atau kehilangan pijakan secara tiba-tiba. Berkurangnya kemampuan tubuh untuk bereaksi cepat setelah tersandung menjadi salah satu alasan mengapa jatuh lebih sering terjadi pada usia lanjut.

Meski begitu, perubahan tersebut bukan berarti kemampuan bergerak tidak bisa dipertahankan. Para peneliti menyebut aktivitas fisik rutin, latihan keseimbangan seperti tai chi, penguatan otot kaki bagian bawah, serta latihan koordinasi dapat membantu menjaga mobilitas.

Dr. Lindsay menambahkan bahwa kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten dapat memberikan manfaat besar.

“Tetap aktif adalah salah satu hal terpenting yang dapat dilakukan. Latihan sederhana dapat membantu seseorang tetap percaya diri, bergerak bebas, dan mandiri lebih lama,” katanya.

Penelitian ini menjadi pengingat bahwa berjalan bukan hanya soal kekuatan kaki, tetapi juga kerja sama antara otot, sendi, dan sistem saraf. Dengan menjaga tubuh tetap aktif sejak dini, proses penuaan dapat dilalui dengan kualitas hidup yang lebih baik.

0 Komentar

Berita Terkait

Leave a comment