Sahabat.com - Imran Pambudi, Direktur Jenderal Departemen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kementerian Kesehatan berbagi tips agar sukses mengatasi DBD pada anak.
Imran mengatakan, para orang tua perlu mewaspadai dan memahami perubahan yang dialami anaknya saat sakit.
"Orang tua harus benar-benar memahami anak-anaknya. Terkadang anak-anak tidak bisa mengungkapkan rasa sakitnya,'' katanya.
Jika orang tua memahami bahwa jika terjadi demam berdarah, maka petugas medis dapat menanganinya dengan lebih cepat dan tepat.
Imran mengatakan, dokter terkadang mengandalkan riwayat kesehatan dan wawancara untuk menentukan apakah seorang anak sakit.
Menurutnya, konsultasi medis bisa mengungkap apa penyakit anak. Imran menambahkan, tak perlu mengacu pada hasil tes. Katanya, orang tua perlu memahami kondisi anak yang terkena demam berdarah.
Orang tua perlu memfokuskan pembicaraannya pada apa yang mereka rasakan ketika anaknya mengalami gejala demam berdarah, ujarnya.
Gejala yang mungkin mengindikasikan memburuknya demam berdarah pada anak antara lain kondisi yang tidak kunjung membaik meski suhu tubuh anak turun.
Setelah itu, anak menolak makan atau minum, merasakan sakit perut yang parah, lemas, lesu, bahkan ingin terus tidur.
“Anak itu marah-marah dan pucat. Kemudian tangan dan kakinya dingin, berdarah, dan dia tidak buang air kecil lebih dari empat hingga enam jam,” ujarnya.
0 Komentar
Kapal Pesiar Jadi Maut di Atlantik! Virus Langka Diduga Tewaskan 3 Penumpang Sekaligus
Bocah Ini Sembuh dari Gagap Saat Bernyanyi, Videonya Viral
Cuma 10 Menit Sehari! Latihan Sederhana Ini Diam-Diam Bikin Tubuh Lebih Seimbang dan Lincah
Menunda Vaksin Hepatitis B pada Bayi Bisa Berujung Fatal, Studi Ungkap Risiko Mengejutkan
Trik Ampuh Atasi Sembelit Secara Alami
Leave a comment