Waspada Penyakit Jantung, Ini 6 Jenis Makanan yang Perlu Dibatasi

25 Oktober 2026 19:27
Penulis: Beno Junianto, lifestyle
sate

Sahabat.com - Penyakit jantung menjadi salah satu masalah kesehatan yang perlu diwaspadai. Selain faktor usia, kebiasaan merokok, kurang aktivitas fisik, dan kondisi kesehatan tertentu, pola makan sehari-hari juga berperan penting dalam menjaga kesehatan jantung.

Sejumlah makanan yang sering dikonsumsi sehari-hari ternyata dapat meningkatkan risiko gangguan kardiovaskular apabila dikonsumsi berlebihan. Makanan tinggi garam, lemak jenuh, lemak trans, serta gula tambahan perlu mendapat perhatian karena dapat memengaruhi tekanan darah, kadar kolesterol, dan berat badan.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan American Heart Association (AHA) menekankan pentingnya pola makan seimbang dengan memperbanyak buah, sayuran, biji-bijian utuh, serta sumber protein yang lebih sehat.

Lantas, makanan apa saja yang sebaiknya dibatasi untuk membantu menjaga kesehatan jantung?

1. Gorengan dan Makanan yang Digoreng Berlebihan

Gorengan seperti bakwan, pisang goreng, tempe goreng, dan ayam goreng menjadi camilan maupun lauk favorit masyarakat Indonesia. Namun, makanan yang digoreng dengan banyak minyak dapat menambah asupan kalori dan lemak.

Risiko terhadap kesehatan jantung bergantung pada jenis minyak, cara pengolahan, dan frekuensi konsumsinya. Makanan yang mengandung lemak jenuh atau lemak trans dalam jumlah tinggi perlu lebih diwaspadai karena dapat meningkatkan kadar kolesterol LDL atau kolesterol jahat.

Sebagai alternatif, pilih makanan yang diolah dengan cara dikukus, direbus, dipanggang, atau ditumis menggunakan minyak secukupnya.

2. Makanan Tinggi Garam

Makanan tinggi garam menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan, terutama bagi orang yang memiliki tekanan darah tinggi.

Beberapa contohnya adalah mi instan dengan banyak bumbu, ikan asin, keripik asin, makanan kalengan tertentu, serta makanan olahan dengan kandungan natrium tinggi.

Konsumsi natrium berlebihan dapat meningkatkan tekanan darah. Jika berlangsung dalam jangka panjang, tekanan darah tinggi dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke.

WHO menganjurkan orang dewasa mengonsumsi kurang dari 5 gram garam per hari, termasuk garam yang terdapat dalam makanan olahan dan bumbu. Jumlah tersebut setara dengan kurang dari satu sendok teh garam secara keseluruhan, bukan sekadar garam yang ditambahkan saat memasak. <Cite refs={["turn186619search1","turn186619search5"]}/>

Untuk mengurangi asupan garam, gunakan bumbu alami seperti bawang putih, bawang merah, jahe, lada, dan rempah-rempah untuk memperkaya cita rasa makanan.

3. Daging Berlemak dan Daging Olahan

Daging merah dengan banyak lemak, sosis, nugget, kornet, serta daging yang diawetkan perlu dibatasi sebagai bagian dari pola makan sehat untuk jantung.

Daging berlemak dapat mengandung lemak jenuh yang berkontribusi terhadap peningkatan kolesterol LDL. Sementara itu, sebagian daging olahan juga mengandung natrium dalam jumlah tinggi.

Bukan berarti semua jenis daging harus dihindari. Pilih potongan daging yang lebih rendah lemak, kurangi konsumsi daging olahan, dan variasikan sumber protein dengan ikan, ayam tanpa kulit, tahu, tempe, serta kacang-kacangan.

4. Makanan Cepat Saji

Burger, kentang goreng, pizza, dan ayam goreng cepat saji dapat mengandung kombinasi kalori, garam, serta lemak jenuh yang cukup tinggi, bergantung pada bahan dan cara pengolahannya.

Jika terlalu sering dikonsumsi dalam porsi besar, makanan tersebut dapat menyulitkan pengendalian berat badan dan meningkatkan risiko berbagai faktor yang berkaitan dengan penyakit jantung.

Saat membeli makanan cepat saji, pilih porsi secukupnya, batasi tambahan saus tinggi garam, dan lengkapi menu dengan sayuran jika tersedia.

5. Minuman Manis dan Makanan Tinggi Gula

Minuman bersoda, teh manis, kopi dengan banyak gula, minuman kemasan, serta minuman dengan tambahan sirup perlu dibatasi.

Asupan gula tambahan yang berlebihan dapat meningkatkan risiko kenaikan berat badan dan gangguan metabolisme, termasuk diabetes tipe 2. Kondisi tersebut merupakan faktor risiko penyakit kardiovaskular.

Hal serupa berlaku untuk konsumsi berlebihan kue, donat, biskuit manis, dan makanan pencuci mulut tinggi gula.

Sebagai pilihan yang lebih sehat, biasakan minum air putih dan pilih buah utuh sebagai camilan. Buah mengandung serat serta berbagai vitamin dan mineral yang mendukung pola makan seimbang.

6. Makanan Tinggi Lemak Jenuh

Mentega, krim, daging berlemak, serta makanan yang menggunakan banyak santan atau minyak tertentu dapat menyumbang asupan lemak jenuh.

Lemak jenuh yang dikonsumsi berlebihan dapat meningkatkan kadar kolesterol LDL pada banyak orang. Kadar kolesterol LDL yang tinggi dapat berkontribusi terhadap penumpukan plak di pembuluh darah dan meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular.

Untuk membantu menjaga kesehatan jantung, ganti sebagian sumber lemak jenuh dengan lemak tak jenuh dari ikan, kacang-kacangan, biji-bijian, alpukat, atau minyak nabati yang sesuai.

0 Komentar

Berita Terkait

Leave a comment