Sahabat.com - Sahabat, dunia kesehatan kembali dibuat tercengang dengan inovasi terbaru dari teknologi kecerdasan buatan alias AI.
Para peneliti dari Mass General Brigham, bekerja sama dengan Boston Children’s Hospital dan Dana-Farber/Boston Children’s Cancer and Blood Disorders Center, baru saja mengembangkan sistem AI canggih yang mampu memprediksi kekambuhan tumor otak pada anak-anak dengan akurasi hingga 89%!
Dengan teknik baru bernama temporal learning, AI ini menganalisis serangkaian hasil MRI setelah operasi untuk mendeteksi kemungkinan kambuh lebih awal dibanding metode konvensional yang hanya mengandalkan satu hasil scan saja.
Bayangkan, sahabat, berkat teknologi ini, anak-anak dan keluarga mereka bisa terhindar dari stres akibat pemeriksaan rutin berulang kali yang kadang malah terasa menakutkan.
Nggak hanya itu, berkat deteksi dini ini, pengobatan yang lebih cepat dan tepat juga bisa diberikan, meningkatkan peluang pemulihan yang lebih baik.
Ternyata, prediksi kekambuhan tumor, khususnya jenis glioma pada anak, memang sangat menantang, sahabat. Walaupun banyak kasus bisa sembuh hanya dengan operasi, tapi saat tumor kembali, dampaknya bisa sangat berat.
Oleh karena itu, para ilmuwan mengumpulkan hampir 4.000 data MRI dari 715 anak di seluruh Amerika Serikat untuk melatih AI ini dengan pendekatan temporal learning.
Metode ini memungkinkan AI memahami perubahan halus dari waktu ke waktu setelah operasi, dan mengenali tanda-tanda kecil bahwa tumor mungkin akan kembali.
Yang lebih mengesankan lagi, sahabat, hanya dengan empat sampai enam hasil MRI pasca operasi, AI sudah bisa membuat prediksi akurat tentang kemungkinan kambuhnya tumor dalam satu tahun pertama. Ini jauh lebih baik dibanding metode lama yang tingkat ketepatannya bahkan tak lebih dari sekadar menebak!
Walau hasil awalnya sangat menjanjikan, para peneliti tetap menekankan bahwa masih dibutuhkan uji klinis lebih lanjut sebelum teknologi ini resmi dipakai dalam dunia medis.
Mereka berharap, ke depannya, teknologi ini bisa mengurangi frekuensi pemeriksaan untuk pasien berisiko rendah atau bahkan mempercepat pengobatan untuk pasien yang berisiko tinggi.
Dan sahabat, kabar baiknya, pendekatan temporal learning ini nggak cuma berpotensi untuk tumor otak saja. Ada kemungkinan besar teknik ini juga bisa diterapkan pada penyakit lain yang membutuhkan pemantauan berkala lewat pencitraan medis. Siapa sangka, kecerdasan buatan kini benar-benar bisa menjadi penyelamat masa depan dunia kesehatan, ya!
0 Komentar
Pria 50+ Wajib Tahu! 5 Tes Jantung Ini Bisa Cegah Serangan Jantung Sebelum Terlambat
Bella Hadid Ngaku Merasa ‘Tak Berharga’ Saat Tolak Semua Pekerjaan Demi Lawan Lyme Disease
Masih Perkasa di Atas 50? Rahasia Kehidupan Intim Pria Tetap Bergairah
Telat Haid di Usia 40-an? Jangan Panik! Ini Cara Bedakan Gejala Menopause dan Hamil
Sayuran Aneh Ini Ternyata Rahasia Sehat Usus, Kaya Prebiotik dan Bikin Kenyang Lebih Lama!
Tekanan Darah Tinggi Bisa Turun Alami, Ini Daftar Makanan Sehari-hari yang Direkomendasikan Ahli
Minum Vitamin Ini Disebut Bisa Bikin Umur Lebih Panjang, Benarkah?
Leave a comment