Batasi Screen Time Anak Cuma 2 Jam Sehari, Pemerintah AS Ungkap Dampak Serius Gadget pada Mental Remaja

21 Mei 2026 17:07
Penulis: Alamsyah, lifestyle
Ilustrasi anak bermain gadget. Pemerintah AS mengimbau orang tua membatasi screen time anak maksimal dua jam per hari demi menjaga kesehatan mental dan perkembangan sosial.

Sahabat.com - Kebiasaan anak dan remaja yang sulit lepas dari gadget kini menjadi sorotan serius pemerintah Amerika Serikat. Kantor Surgeon General AS baru saja merilis laporan terbaru yang memperingatkan dampak buruk penggunaan layar berlebihan terhadap kesehatan mental dan perkembangan anak.

Dalam laporan tersebut disebutkan bahwa anak-anak dan remaja saat ini menghabiskan waktu di depan layar lebih lama dibanding waktu tidur atau belajar di sekolah. Penggunaan gadget yang berlebihan disebut dapat memicu gangguan tidur, penurunan prestasi akademik, kecemasan, depresi, hingga masalah perilaku sosial.

Tak hanya media sosial, paparan layar dari tablet, komputer, game online, aplikasi hingga televisi juga dinilai memberi efek negatif jika digunakan terlalu lama sejak usia dini. Pemerintah AS bahkan menyarankan anak usia 6 hingga 18 tahun hanya menggunakan layar maksimal dua jam per hari. Padahal, rata-rata remaja saat ini diketahui bisa menghabiskan lebih dari delapan jam sehari di depan gadget.

Menteri Kesehatan dan Layanan Masyarakat AS, Robert F. Kennedy Jr., menegaskan bahwa masalah screen time kini sudah semakin mengkhawatirkan. “Media sosial hanyalah satu bagian dari masalah screen time yang terus berkembang. Pola perilaku seperti gaming dan interaksi virtual lainnya juga mulai muncul,” ujarnya. Ia menambahkan, “Meski penggunaan layar memiliki manfaat tertentu, bukti tentang risiko bagi kesehatan mental dan fisik anak semakin meningkat.”

Laporan tersebut juga mengajak keluarga untuk kembali menjalani aktivitas nyata di kehidupan sehari-hari. Orang tua diminta menjadi contoh dalam penggunaan gadget yang sehat, mulai dari membatasi waktu layar, mengadakan waktu bebas gadget saat makan bersama, hingga mengalihkan perhatian anak ke aktivitas fisik, olahraga, musik, atau hobi lainnya.

Selain keluarga, sekolah dan perusahaan teknologi juga diminta ikut bertanggung jawab menciptakan lingkungan digital yang lebih aman bagi anak-anak, termasuk membatasi penggunaan ponsel selama jam pelajaran dan meningkatkan edukasi literasi digital.

0 Komentar

Berita Terkait

Leave a comment