Sahabat.com - Baru-baru ini, media sosial ramai dengan cerita salah satu pengguna TikTok mengenai suaminya yang meninggal akibat komplikasi dari gigi berlubang.
Banyak yang bertanya-tanya, apakah gigi berlubang memang dapat menyebabkan kematian?
Gigi berlubang sering dianggap masalah sepele, padahal kondisi ini bisa berujung pada berbagai masalah kesehatan yang serius, bahkan kematian.
Gigi berlubang terjadi akibat pembusukan gigi yang dimulai ketika asam dalam mulut mengikis lapisan enamel gigi. Kerusakan gigi ini dapat menimbulkan rasa sakit yang hebat dan infeksi jika tidak segera ditangani.
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), hampir dua miliar orang di dunia menderita gigi berlubang yang tidak dirawat, termasuk 514 juta anak dengan gigi berlubang pada gigi susu.
Meskipun anak-anak lebih rentan, orang dewasa juga dapat mengalami gigi berlubang, terutama saat gigi yang sudah dirawat saat kecil mengalami kerusakan lagi atau karena gusi surut yang membuat akar gigi terpapar plak.
Jika tidak ditangani, gigi berlubang dapat menyebabkan infeksi yang menyebar ke pulpa dan saraf gigi, bahkan ke organ dalam tubuh. Infeksi ini dapat berujung pada kematian.
Kasus nyata terjadi pada mantan pemain NFL, Mike Williams, yang meninggal dunia pada 2024 karena sepsis bakteri yang disebabkan oleh gigi berlubang. Infeksi tersebut menyebar ke otak dan paru-paru, menyebabkan komplikasi fatal.
Penelitian juga menunjukkan bahwa gigi berlubang meningkatkan risiko stroke akibat pendarahan otak. Dalam penelitian yang melibatkan 6.506 orang selama 30 tahun, mereka yang memiliki gigi berlubang mengalami peningkatan risiko stroke yang signifikan seiring waktu, terutama setelah 15 tahun.
0 Komentar
Inovasi Teknologi Kesehatan Guna Tingkatkan Mutu dan Layanan
6 Manfaat Sayuran Hijau, Bikin Tubuh Lebih Sehat!
6 Rekomendasi Minuman Hangat Saat Flu, Bantu Legakan Tenggorokan dan Hidung Tersumbat
Pentingnya Sarapan Pagi bagi Anak-anak
Penderita Darah Tinggi, Hindari 7 Jenis Makanan dan Minuman Ini
Leave a comment