Sahabat.com - Prediabetes sering kali datang tanpa gejala yang jelas. Namun, kondisi ini sebenarnya merupakan sinyal penting dari tubuh bahwa kadar gula darah sudah berada di atas batas normal dan berisiko berkembang menjadi diabetes tipe 2 jika tidak segera ditangani.
Menurut ahli jantung preventif Dr. Kardie Tobb, prediabetes terjadi ketika kadar gula darah lebih tinggi dari normal, tetapi belum cukup tinggi untuk dikategorikan sebagai diabetes tipe 2. Kabar baiknya, kondisi ini masih bisa dibalik dengan perubahan gaya hidup yang konsisten.
Penelitian terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal The Lancet Diabetes & Endocrinology menunjukkan bahwa orang yang berhasil mengembalikan kadar gula darahnya ke rentang normal memiliki risiko sekitar 50 persen lebih rendah mengalami kematian akibat penyakit kardiovaskular atau gagal jantung di masa depan.
Salah satu langkah paling efektif adalah rutin bergerak, terutama setelah makan. “Ini adalah hal yang paling mendekati pil ajaib yang kita miliki,” ujar Dr. Tobb. Jalan kaki selama 10 hingga 15 menit setelah makan dapat membantu otot menyerap gula darah lebih efektif dan meningkatkan sensitivitas insulin.
Pola makan juga berperan besar. Konsumsi makanan tinggi serat dan protein seperti sayuran, ikan, telur, kacang-kacangan, serta biji-bijian utuh dapat membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil. Sebaliknya, minuman manis sebaiknya mulai dikurangi dan diganti dengan air putih, teh tanpa gula, atau kopi tanpa pemanis.
Menurunkan berat badan secara bertahap juga terbukti membantu. Bahkan, kehilangan sekitar 5 hingga 7 persen berat badan sudah dapat memberikan manfaat signifikan bagi kontrol gula darah. “Beberapa pasien melihat nilai A1C kembali normal hanya setelah kehilangan sekitar 4 hingga 5 kilogram berat badan,” kata Dr. Tobb.
Selain itu, kualitas tidur dan pengelolaan stres tidak boleh diabaikan. Kurang tidur dan stres kronis dapat meningkatkan hormon kortisol yang memicu kenaikan gula darah. Tidur 7 hingga 9 jam per malam, melakukan meditasi, latihan pernapasan, atau sekadar berjalan di alam terbuka dapat membantu menjaga keseimbangan tubuh.
Meski faktor genetik tetap berperan, para ahli menegaskan bahwa gaya hidup sehat tetap menjadi senjata utama untuk mencegah diabetes dan melindungi kesehatan jantung dalam jangka panjang. Semakin cepat prediabetes ditangani, semakin besar peluang untuk mengembalikan kadar gula darah ke kondisi normal.
0 Komentar
Gen Z Terancam Kanker Kulit Lebih Cepat! Tren Tanning Viral Ini Bikin Dokter Khawatir
Minum Smoothie Setiap Hari Bisa Bikin Gula Darah Naik? Ini Fakta yang Jarang Diketahui
Rahasia Ampuh Mengusir Ngidam Makanan yang Jarang Diketahui, Dijamin Bikin Diet Lebih Mudah
Kebiasaan Sederhana yang Diam-Diam Bikin Otak Makin Tajam dan Sulit Menurun Seiring Usia
Prediabetes Bisa Balik Normal! Dokter Ungkap Kebiasaan Sederhana yang Ampuh Turunkan Gula Darah
Sering Gagal Turun Berat Badan? Ternyata Kekurangan Vitamin D Bisa Jadi Biang Keladinya
Terbongkar! Kebiasaan Makan Jam 2 Pagi Bisa Rusak Kesehatan Usus dan Bikin Perut Sering Bermasalah
Leave a comment