Sahabat.com - Seorang wanita asal Virginia Beach, Audrey Leishman awalnya mengira dirinya hanya mengalami gangguan pencernaan ringan. Namun kondisi yang tampak sederhana itu berubah menjadi situasi mengancam nyawa setelah ia didiagnosis mengalami sepsis dan toxic shock syndrome (TSS), dua kondisi medis serius yang dapat menyebabkan kematian jika terlambat ditangani.
Semua bermula setelah ia menjalani pelepasan alat kontrasepsi IUD pada Maret 2015. Dua hari kemudian, ia mulai mengalami gejala tidak biasa seperti demam tinggi, nyeri sendi, sesak napas, hingga rasa sakit hebat di beberapa bagian tubuh. “Saya hampir tidak bisa menggendong anak saya karena sangat lemah. Suhu tubuh saya sangat tinggi,” ujarnya.
Awalnya dokter menduga ia mengalami penyakit autoimun, namun kondisi terus memburuk hingga ia harus dirawat di ICU selama 10 hari, termasuk lima hari dalam keadaan koma medis. Setelah sadar, ia harus menjalani proses pemulihan panjang untuk belajar kembali berjalan dan beraktivitas normal.
Dokter kemudian memastikan bahwa ia menderita sepsis, yaitu reaksi ekstrem tubuh terhadap infeksi yang bisa merusak organ, serta TSS yang dipicu oleh infeksi bakteri tertentu. “Saya tidak tahu apa itu sepsis sebelumnya. Jika saya tahu gejalanya, mungkin saya akan lebih cepat mencari pertolongan,” katanya.
Setelah selamat dari kondisi kritis tersebut, ia mendirikan Begin Again Foundation untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya sepsis dan TSS agar lebih banyak orang bisa mengenali gejalanya lebih awal.
0 Komentar
Terbongkar! Kebiasaan Makan Jam 2 Pagi Bisa Rusak Kesehatan Usus dan Bikin Perut Sering Bermasalah
Menopause Ternyata Bisa Ubah Gen Jantung Wanita, Risiko Penyakit Datang Sebelum Gejala Muncul
Ahli Gizi Ungkap Rahasia Murah untuk Hidup Lebih Sehat, Ternyata Cukup Rutin Makan Kacang-Kacangan
Sleep Upgrade, Tren Baru yang Bikin Tidur Makin Pulas
Leave a comment