Terbongkar! Kebiasaan Makan Jam 2 Pagi Bisa Rusak Kesehatan Usus dan Bikin Perut Sering Bermasalah

09 Juni 2026 16:38
Penulis: Alamsyah, lifestyle
Ilustrasi seseorang makan larut malam di dapur dengan pencahayaan redup yang menggambarkan gangguan ritme biologis tubuh.

Sahabat.com - Kebiasaan makan di jam-jam yang seharusnya tubuh beristirahat ternyata bukan hanya soal pola tidur terganggu, tetapi juga berdampak langsung pada kesehatan sistem pencernaan. Studi terbaru menemukan bahwa usus manusia memiliki “jam biologis” sendiri yang mengatur pergerakan makanan, penyerapan nutrisi, hingga ritme buang air besar.

Para peneliti menemukan bahwa ketika tubuh dipaksa menerima makanan di luar jadwal alami, seperti pukul 2 pagi, sebagian besar sel usus memang bisa menyesuaikan diri. Namun ada satu kelompok sel penting yang disebut interstitial cells of Cajal (ICCs) tidak ikut berubah. Sel ini berfungsi mengatur pergerakan makanan di saluran pencernaan. Ketidaksesuaian ritme ini membuat sistem kerja usus menjadi tidak sinkron dan dapat bertahan lama.

Menurut peneliti utama, Yuuki Obata, Ph.D, “Understanding how intestinal circadian clocks become misaligned may ultimately guide strategies involving meal timing, circadian-based therapies, or dietary interventions to improve gastrointestinal and metabolic health.” Ia menegaskan bahwa waktu makan bisa sama pentingnya dengan jenis makanan yang dikonsumsi.

Fenomena ini juga diduga menjadi alasan mengapa pekerja shift malam, pelancong lintas zona waktu, atau orang dengan jadwal makan tidak teratur lebih rentan mengalami gangguan pencernaan. Gejala seperti perut kembung, konstipasi, hingga sindrom iritasi usus sering lebih banyak ditemukan pada kelompok tersebut.

Meski penelitian masih perlu dikembangkan pada manusia, para ahli menyarankan untuk mulai menjaga jam makan yang konsisten setiap hari dan menghindari kebiasaan makan larut malam sebagai rutinitas. Menyesuaikan waktu makan dengan ritme alami tubuh diyakini dapat membantu menjaga kesehatan usus, metabolisme, hingga kualitas hidup secara keseluruhan.

0 Komentar

Berita Terkait

Leave a comment