Sering Gagal Turun Berat Badan? Ternyata Kekurangan Vitamin D Bisa Jadi Biang Keladinya

10 Juni 2026 13:35
Penulis: Alamsyah, lifestyle
Seorang wanita menikmati sinar matahari pagi di ruang terbuka sebagai cara alami meningkatkan kadar vitamin D dalam tubuh.

Sahabat.com - Berat badan yang sulit turun sering kali dikaitkan dengan pola makan atau kurang olahraga. Namun, ada faktor lain yang kerap luput dari perhatian, yaitu kekurangan vitamin D. Nutrisi yang dikenal sebagai “vitamin sinar matahari” ini ternyata memiliki peran besar dalam menjaga kesehatan tubuh, mulai dari metabolisme, kekuatan tulang, sistem imun, hingga suasana hati.

Menurut dokter integratif Dr. Lamees Hamdan, vitamin D sebenarnya bukan sekadar vitamin. “Vitamin D adalah prehormon yang diubah tubuh menjadi hormon aktif,” jelasnya. Karena itu, kadar vitamin D yang rendah dapat memengaruhi berbagai fungsi penting dalam tubuh.

Kondisi ini banyak dialami perempuan usia paruh baya hingga lanjut usia. Seiring bertambahnya usia, kemampuan kulit memproduksi vitamin D dari paparan sinar matahari ikut menurun. Selain itu, aktivitas yang lebih banyak dilakukan di dalam ruangan membuat risiko kekurangan vitamin D semakin tinggi.

Gejala kekurangan vitamin D sering kali tidak disadari. Rasa lelah berkepanjangan, nyeri tulang dan punggung, kram otot, perubahan suasana hati, hingga mudah sakit bisa menjadi tanda awal. Bahkan, rambut menipis, kuku rapuh, luka yang lama sembuh, dan tubuh yang sering pegal juga dapat menjadi petunjuk adanya defisiensi vitamin D.

Menariknya, sejumlah penelitian menunjukkan bahwa kadar vitamin D yang optimal dapat membantu proses penurunan berat badan. Studi pada perempuan pascamenopause menemukan bahwa mereka yang berhasil meningkatkan kadar vitamin D mengalami penurunan berat badan, lemak tubuh, dan lingkar pinggang yang lebih baik dibandingkan mereka yang tetap kekurangan vitamin D.

Selain membantu menjaga berat badan ideal, vitamin D juga dikaitkan dengan penurunan risiko demensia, kesehatan jantung yang lebih baik, serta perlindungan terhadap osteoporosis. Dr. Raj Dasgupta mengingatkan pentingnya pemeriksaan laboratorium sebelum mengonsumsi suplemen. “Jangan menebak-nebak, lakukan tes darah,” sarannya.

Untuk meningkatkan kadar vitamin D, Anda bisa rutin berjemur sekitar 10 menit beberapa kali dalam seminggu, mengonsumsi ikan berlemak seperti salmon dan sarden, serta memilih suplemen vitamin D3 sesuai anjuran tenaga kesehatan. Langkah sederhana ini bisa memberikan manfaat besar bagi kesehatan tubuh dalam jangka panjang.

0 Komentar

Berita Terkait

Leave a comment