Sakit Kepala Tak Hilang Setahun Setelah Benturan, Kisah Remaja Ini Bikin Khawatir

20 April 2026 11:45
Penulis: Alamsyah, lifestyle
Ilustrasi pemain football memegang helm setelah mengalami benturan saat pertandingan.

Sahabat.com - Apa yang terlihat seperti cedera ringan ternyata bisa berubah jadi masalah serius. Kisah Jack Alston, remaja 14 tahun, menjadi bukti bahwa sakit kepala setelah benturan tidak boleh dianggap sepele. Semua bermula saat ia menjalani latihan football pada Agustus 2024. Saat itu, ia hanya merasakan sakit kepala ringan tanpa gejala lain, sehingga keluarganya mengira semuanya baik-baik saja.

Namun, dua minggu kemudian, benturan kedua terjadi. Meski tidak menunjukkan tanda gegar otak yang umum, rasa sakit yang muncul justru semakin parah. Ibunya, Caroline Alston, mengakui, “Kami pikir dia baik-baik saja. Kami tidak menindaklanjutinya, dan itu mungkin kesalahan kami.” Sejak saat itu, sakit kepala Jack tidak pernah benar-benar hilang, bahkan mencapai skala delapan hingga sembilan dari sepuluh.

Kondisi ini mulai memengaruhi kehidupan sehari-harinya. Ia kesulitan fokus di sekolah, membaca, bahkan menjalani aktivitas sederhana. Keluarganya mencoba berbagai cara, mulai dari dokter anak hingga ahli saraf, namun hasilnya belum terlihat. “Kami mencoba segalanya untuk menemukan solusi, tapi tidak ada yang berhasil menurunkan rasa sakitnya,” ujar Caroline.

Titik terang datang setelah mereka bertemu Konstantinos Tourlas dari Cleveland Clinic pada awal 2025. Jack didiagnosis mengalami sakit kepala pasca-trauma yang persisten. Ia harus menjalani perawatan intensif, termasuk blok saraf dan terapi infus karena obat oral tidak cukup membantu.

Perjalanan pemulihan ini tidak mudah. Bahkan, di satu titik Jack sempat berkata ingin menyerah. Namun setelah beberapa kali perawatan, perubahan besar akhirnya terjadi. “Rasanya seperti air terjun, seperti semua rasa sakit itu jatuh dan hilang,” ungkap Jack saat akhirnya merasakan bebas dari nyeri.

Kini, ia sudah kembali berolahraga, meski lebih berhati-hati. Ia menyadari pentingnya menjaga keselamatan, terutama saat beraktivitas fisik. Ibunya pun masih waspada agar kejadian serupa tidak terulang.

Kisah ini jadi pengingat bahwa cedera kepala sekecil apa pun perlu perhatian serius. Penanganan cepat dan tepat bisa membuat perbedaan besar dalam proses pemulihan, terutama bagi anak dan remaja yang aktif.

0 Komentar

Berita Terkait

Leave a comment