Sahabat.com - Sleep apnea merupakan gangguan tidur yang membuat seseorang berhenti bernapas atau bernapas sangat dangkal berulang kali saat tidur. Kondisi ini tidak hanya memicu dengkuran keras, tetapi juga membuat penderitanya sering terbangun, terengah-engah, mulut kering saat bangun tidur, hingga tetap merasa lelah meski sudah tidur cukup lama.
Dokter spesialis neurologi Rab Nawaz menjelaskan bahwa sleep apnea terjadi ketika aliran udara ke saluran napas terganggu. "Sleep apnea adalah gangguan ketika napas berulang kali menjadi sangat dangkal atau berhenti saat tidur. Kondisi ini dapat menurunkan kadar oksigen, mengganggu kualitas tidur, dan membuat seseorang tetap merasa lelah," jelasnya.
Menurut Dr. Nawaz, jenis yang paling umum adalah obstructive sleep apnea (OSA), yaitu ketika saluran napas menyempit atau tertutup saat otot-otot rileks ketika tidur. Risiko kondisi ini meningkat pada orang yang memiliki berat badan berlebih, rahang kecil, atau amandel yang membesar.
Lalu, apakah sleep apnea bisa disembuhkan? Menurut Dr. Nawaz, jawabannya bergantung pada penyebab dan kondisi masing-masing pasien. Penurunan berat badan menjadi salah satu cara paling efektif untuk membantu mengurangi bahkan membuat sleep apnea masuk fase remisi, terutama pada penderita obesitas.
"Sebagian kasus obstructive sleep apnea dapat membaik ketika penyebab yang dapat diperbaiki berhasil diatasi, seperti penurunan berat badan yang signifikan, pengangkatan amandel, atau operasi saluran napas pada pasien yang tepat," ujarnya.
Selain menurunkan berat badan, pengobatan penyebab utama, operasi rahang atau saluran napas, hingga pengangkatan amandel dapat menjadi pilihan terapi bagi pasien tertentu. Meski begitu, alat bantu pernapasan **CPAP (Continuous Positive Airway Pressure)** masih menjadi terapi utama karena mampu menjaga saluran napas tetap terbuka selama tidur, meskipun tidak menghilangkan penyebab penyakitnya.
Dr. Nawaz menambahkan bahwa tanda sleep apnea mulai membaik antara lain hasil pemeriksaan tidur kembali normal, tidak lagi terbangun karena tersedak atau kehabisan napas, rasa kantuk di siang hari berkurang, serta tubuh terasa lebih segar saat bangun pagi.
Namun, ia mengingatkan bahwa sleep apnea dapat kambuh kembali akibat kenaikan berat badan, perubahan hormon, proses penuaan, atau penyempitan saluran napas. Karena itu, pemeriksaan rutin dan konsultasi dengan dokter tetap diperlukan agar kondisi tetap terkendali.
0 Komentar
Dikira Kanker Otak, Pria Ini Ternyata Mengidap Cacing Pita di Otaknya
Remaja Ini Harus Operasi Darurat Usai Menelan Serabut Sikat Grill yang Terselip di Burger
Sulit Tidur dan Mudah Stres? 10 Kebiasaan Siang Hari Ini Bisa Mengubah Kualitas Hidup
Leave a comment