Menikah Bisa Turunkan Risiko Kanker? Ini Fakta Mengejutkan dari Studi Terbaru

10 April 2026 13:28
Penulis: Alamsyah, lifestyle
Ilustrasi pasangan suami istri, menggambarkan hubungan pernikahan yang dikaitkan dengan risiko kesehatan lebih rendah.

Sahabat.com - Pernikahan selama ini sering dikaitkan dengan kebahagiaan dan dukungan emosional, tetapi ternyata manfaatnya bisa lebih jauh dari itu. Sebuah studi terbaru menemukan bahwa orang yang pernah menikah memiliki risiko kanker lebih rendah dibandingkan mereka yang belum pernah menikah sama sekali.

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Cancer Research Communications ini menganalisis data kesehatan jutaan orang dewasa berusia 30 tahun ke atas selama delapan tahun. Hasilnya menunjukkan bahwa individu yang belum pernah menikah memiliki tingkat kejadian kanker yang jauh lebih tinggi, baik pada pria maupun wanita.

Secara rinci, pria yang belum menikah tercatat memiliki risiko kanker 68 persen lebih tinggi, sementara wanita yang belum menikah memiliki risiko hingga 83 persen lebih tinggi dibandingkan mereka yang pernah menikah. Temuan ini berlaku untuk berbagai jenis kanker.

Para peneliti menjelaskan bahwa pernikahan bukan sekadar status, tetapi juga mencerminkan hubungan sosial dan pola hidup yang berbeda. “Pernikahan mencerminkan ikatan sosial dan ekonomi yang dapat memengaruhi risiko kanker melalui berbagai mekanisme,” tulis peneliti dalam laporan tersebut.

Salah satu faktor yang diduga berperan adalah gaya hidup yang lebih sehat. Orang yang menikah cenderung memiliki kebiasaan yang lebih baik, seperti mengurangi konsumsi rokok dan alkohol. Hal ini terbukti dari temuan bahwa kanker yang berkaitan dengan tembakau, seperti kanker paru-paru dan esofagus, lebih sering terjadi pada individu yang belum menikah.

Selain itu, faktor reproduksi juga berpengaruh, terutama pada wanita. Penelitian menunjukkan bahwa wanita yang belum pernah melahirkan memiliki risiko lebih tinggi terhadap kanker tertentu seperti kanker ovarium dan endometrium.

Meski demikian, para peneliti menekankan bahwa studi ini memiliki keterbatasan dan tidak serta-merta berarti menikah adalah solusi utama untuk mencegah kanker. Namun, temuan ini memperlihatkan bahwa hubungan sosial dan gaya hidup memiliki peran penting dalam kesehatan jangka panjang.

Pada akhirnya, menjaga kesehatan tetap bergantung pada pola hidup secara keseluruhan. Pernikahan mungkin menjadi salah satu faktor pendukung, tetapi kebiasaan sehat tetap menjadi kunci utama untuk menurunkan risiko penyakit serius seperti kanker.

0 Komentar

Berita Terkait

Leave a comment