Sahabat.com - Gaya hidup modern yang membuat banyak orang duduk berjam-jam setiap hari ternyata tidak hanya berdampak buruk bagi tubuh, tetapi juga otak. Penelitian terbaru dari Karolinska Institute mengungkap bahwa kebiasaan sedentari atau minim gerak dapat meningkatkan risiko demensia, terutama jika diisi dengan aktivitas pasif seperti menonton atau scrolling tanpa henti.
Dalam studi yang melibatkan lebih dari 20 ribu orang dewasa selama hampir dua dekade, para peneliti menemukan bahwa aktivitas mental memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan otak. Aktivitas seperti merajut, mengerjakan teka-teki, atau pekerjaan yang menuntut konsentrasi terbukti membantu melindungi fungsi kognitif.
Peneliti utama, Mats Hallgren, menjelaskan bahwa otak bekerja layaknya otot. “Jika tidak digunakan secara aktif dalam waktu lama, fungsi yang berkaitan dengan memori dan pembelajaran bisa menurun,” ujarnya.
Sebaliknya, aktivitas pasif seperti menonton televisi atau sekadar mendengarkan musik tanpa keterlibatan mental justru dikaitkan dengan peningkatan risiko demensia. Studi yang dipublikasikan di American Journal of Preventive Medicine ini menyebutkan bahwa semakin sering seseorang melakukan aktivitas pasif saat duduk, semakin tinggi risiko gangguan kognitif di masa depan.
Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa perubahan kecil bisa memberikan dampak besar. Menambahkan satu jam aktivitas mental aktif saat duduk dapat menurunkan risiko demensia hingga 4 persen. Bahkan, jika aktivitas pasif diganti dengan aktivitas yang lebih menstimulasi otak, risikonya bisa turun hingga 7 persen. Kombinasi dengan aktivitas fisik seperti berjalan kaki mampu menurunkan risiko hingga 11 persen.
Fenomena ini juga berkaitan dengan kebiasaan digital saat ini. Hussein Yassine mengungkap bahwa penggunaan ponsel dan media sosial secara berlebihan dapat memengaruhi kemampuan fokus. “Hal ini bisa mengganggu kemampuan otak dalam memproses informasi dan membangun koneksi penting untuk konsentrasi,” jelasnya.
Senada dengan itu, Adam Brickman menyoroti meningkatnya konsumsi konten singkat yang cenderung pasif. Ia mengatakan bahwa kebiasaan ini bisa berdampak pada penurunan rentang perhatian dan kesehatan mental dalam jangka panjang.
Meski teknologi terus berkembang, para ahli menegaskan bahwa prinsip dasar menjaga kesehatan otak tetap sama: aktif bergerak dan aktif berpikir. Hallgren pun menyarankan langkah sederhana, “Kurangi duduk dan lebih sering bergerak.”
Dengan kata lain, menjaga otak tetap aktif tidak harus rumit. Aktivitas kecil yang melibatkan pikiran bisa menjadi investasi besar untuk kesehatan di masa depan.
0 Komentar
Rahasia Awet Muda Generasi Boomer Terungkap! 10 Kebiasaan Sederhana Ini Diam-Diam Bikin Panjang Umur
Liburan Berujung Duka, Penumpang Lansia Meninggal Usai Naik Roller Coaster Universal Orlando
Legenda Fashion Valentino Garavani Tutup Usia, Ikon Gaun Merah yang Dicintai Dunia Glamour
Bangun Pagi Terlalu Dini Bisa Bahayakan Kesehatan, Dokter Ingatkan
Leave a comment