Ternyata Minum Anggur Bisa Lebih Aman untuk Jantung Dibanding Bir atau Minuman Keras!

06 April 2026 16:31
Penulis: Alamsyah, lifestyle
Gelasan anggur merah dan putih di atas meja kayu, menunjukkan pilihan alkohol yang stylish dan sehat dengan konsumsi moderat.

Sahabat.com - Minum alkohol memang sering dianggap bagian dari gaya hidup sosial, tapi tahukah kamu, jenis minuman yang kamu pilih bisa memengaruhi kesehatan lebih dari sekadar jumlahnya? Studi terbaru yang dipresentasikan di American College of Cardiology menemukan bahwa minum anggur dalam takaran rendah hingga sedang bisa memberikan risiko lebih rendah dibanding bir, cider, atau spiritus.

Matt Glowiak, PhD, pakar kecanduan dari Recovered, mengatakan, “Temuan ini sejalan dengan keyakinan saya bertahun-tahun, bahwa jenis alkohol yang dikonsumsi bisa memengaruhi hasil kesehatan secara nyata. Minum berat memang berbahaya, tapi perbedaan pada level rendah hingga sedang cukup mencolok.”

Dalam penelitian yang menganalisis data dari lebih 340 ribu orang di UK Biobank, para peneliti membagi peserta menjadi empat kategori berdasarkan konsumsi alkohol: tidak/jarang minum, konsumsi rendah, konsumsi sedang, dan konsumsi tinggi. Hasilnya, mereka yang minum spiritus, bir, atau cider menunjukkan risiko kematian lebih tinggi bahkan pada takaran rendah, sedangkan konsumsi anggur sedang terkait risiko lebih rendah untuk penyakit jantung dan kematian umum.

Robert Glatter, MD, dokter di Lenox Hill Hospital, menegaskan, “Terlepas dari jenis minuman, minum berat—lebih dari 4 gelas per hari atau binge drinking—selalu merugikan jantung. American Heart Association menyoroti risiko hipertensi, stroke, gagal jantung, dan masalah jantung lainnya.”

Cheng-Han Chen, MD, ahli jantung dari MemorialCare Saddleback Medical Center, menambahkan, “Hasil ini agak berbeda dari studi sebelumnya, yang menyatakan semua alkohol berbahaya. Ini mungkin dipengaruhi faktor lain yang membatasi studi observasional.”

Konsumsi alkohol berlebihan juga bisa menimbulkan efek jangka pendek seperti keracunan, cedera, atau risiko kehamilan, serta efek jangka panjang termasuk kanker, hipertensi, penyakit hati, hingga gangguan mental. Glatter menekankan, “Jika tidak minum, jangan mulai hanya untuk alasan kesehatan.” Chen pun menyarankan, “Minumlah sesedikit mungkin, atau sebaiknya tidak sama sekali.”

Kesimpulannya, anggur bisa jadi pilihan lebih aman dibanding bir atau spiritus jika dikonsumsi dengan bijak, tapi minum moderat atau menjauhi alkohol tetap menjadi kunci kesehatan jangka panjang.

0 Komentar

Berita Terkait

Leave a comment