Sahabat.com - Flu sering dianggap sebagai penyakit ringan yang bisa sembuh dengan sendirinya. Namun, kisah Kaydin Baldwin, remaja asal Texas, Amerika Serikat, menjadi pengingat bahwa flu juga dapat memicu komplikasi yang mengancam nyawa.
Kaydin mengalami gejala flu pada Januari lalu, mulai dari demam, menggigil, hingga nyeri di sekujur tubuh. Kondisinya kemudian memburuk dengan cepat setelah berkembang menjadi pneumonia akibat infeksi streptokokus dan berlanjut menjadi necrotizing pneumonia, komplikasi langka yang menyebabkan kerusakan jaringan paru-paru.
Ibunda Kaydin, Amanda Baldwin, mengungkapkan bahwa putrinya mengalami kegagalan banyak organ dan harus menjalani perawatan intensif selama 117 hari di rumah sakit. "Dia mengalami kegagalan banyak organ, dirawat di rumah sakit selama 117 hari, bahkan sempat mengalami henti jantung selama dua menit," kata Amanda.
Selain kerusakan paru-paru, Kaydin juga mengalami pembekuan darah dan sepsis, yaitu kondisi ketika tubuh memberikan respons ekstrem terhadap infeksi yang dapat berakibat fatal. Demi menyelamatkan nyawanya, tim dokter akhirnya melakukan amputasi pada kedua kaki dan lengan kanannya pada Maret lalu.
Amanda mengaku berusaha tetap tegar mendampingi putrinya selama masa kritis. "Saya mendapatkan kekuatan dari Kaydin setiap hari untuk tetap berada di sisinya dan tidak menangis di depannya," ujarnya.
Kini, Kaydin yang telah berusia 14 tahun masih menjalani rehabilitasi di rumah sakit di Houston. Ia sedang mempersiapkan diri untuk menggunakan kaki dan lengan prostetik agar dapat kembali menjalani aktivitas sehari-hari.
Di tengah proses pemulihan, keluarga Kaydin kembali menghadapi cobaan setelah kendaraan yang telah dimodifikasi untuk pengguna kursi roda mengalami kerusakan. Sang kakak, Arieanna Valdez, kemudian menggalang dana untuk membeli kendaraan baru yang lebih layak. "Dia telah melalui begitu banyak hal dalam beberapa bulan terakhir. Saya hanya ingin dia memiliki kendaraan yang benar-benar sesuai dengan kebutuhannya," tulis Arieanna.
Kisah perjuangan Kaydin mendapat perhatian luas. Dukungan dan donasi terus mengalir dari berbagai negara. Amanda pun mengaku terharu melihat besarnya kepedulian masyarakat. "Luar biasa melihat betapa banyak orang yang menyayangi Kaydin dan keluarga kami," tuturnya.
0 Komentar
Dokter Ungkap Makanan Panas Justru Bisa Bikin Tubuh Lebih Sejuk Saat Cuaca Ekstrem, Kok Bisa?
Flu Berujung Amputasi 3 Anggota Tubuh, Perjuangan Remaja 14 Tahun Ini Bikin Haru Dunia
Leave a comment