Jam Tangan Pintar Dapat Bantu Kendalikan Diabetes Melalui Pemantauan Olahraga

27 Maret 2025 11:44
Penulis: Alamsyah, lifestyle
Peneliti menemukan bahwa, selain data yang menjanjikan untuk gula darah dan tekanan darah sistolik, program ini juga dapat membantu menurunkan kadar kolesterol dan meningkatkan kualitas hidup.

Sahabat.com - Teknologi kesehatan mobile yang dapat dikenakan, seperti smartwatch, dapat membantu penderita diabetes tipe 2 (T2D) untuk tetap konsisten menjalani program olahraga yang efektif dalam mengendalikan kondisi mereka, menurut sebuah penelitian terbaru.

Peneliti mempelajari perilaku pasien T2D yang baru didiagnosis di Kanada dan Inggris yang mengikuti program aktivitas fisik berbasis rumah—beberapa di antaranya mengenakan smartwatch yang terhubung dengan aplikasi kesehatan di ponsel pintar mereka. 

Penelitian ini menemukan bahwa peserta program MOTIVATE-T2D lebih cenderung memulai dan mempertahankan olahraga yang terencana jika mereka didukung oleh teknologi yang dapat dikenakan. Penelitian ini berhasil merekrut 125 peserta dengan tingkat retensi 82% setelah 12 bulan.

Penemuan ini dipublikasikan dalam jurnal BMJ Open, dan menunjukkan berbagai potensi manfaat klinis di antara para peserta, termasuk perbaikan kadar gula darah dan tekanan darah sistolik. 

Dr. Katie Hesketh, salah satu penulis penelitian dari Universitas Birmingham, mengatakan, "Temuan kami mendukung kelayakan intervensi MOTIVATE-T2D—membuka jalan untuk uji coba terkontrol acak skala penuh untuk menyelidiki lebih lanjut efektivitas klinis dan biaya dari program ini."

Peneliti menemukan bahwa, selain data yang menjanjikan untuk gula darah dan tekanan darah sistolik, program ini juga dapat membantu menurunkan kadar kolesterol dan meningkatkan kualitas hidup. 

Peserta secara bertahap meningkatkan olahraga dengan intensitas sedang hingga berat—mencapai target 150 menit per minggu pada akhir enam bulan, yang didukung oleh layanan konseling perilaku yang dipimpin oleh spesialis olahraga secara virtual.

Program MOTIVATE-T2D menggunakan umpan balik biometrik dan berbagi data untuk mendukung pengembangan program aktivitas fisik yang dipersonalisasi. Teknologi yang dapat dikenakan termasuk smartwatch yang dilengkapi dengan akselerometer 3D dan pemantau detak jantung optik, disinkronkan dengan platform pelatihan online untuk spesialis olahraga serta aplikasi web/ponsel pintar untuk peserta.

Dr. Hesketh menambahkan, "Program ini menawarkan berbagai jenis latihan, termasuk kardio dan latihan kekuatan, yang dapat dilakukan tanpa perlu pergi ke gym. Tujuannya adalah menjadikan olahraga sebagai bagian yang berkelanjutan dalam kehidupan sehari-hari bagi penderita diabetes tipe 2, yang pada akhirnya akan meningkatkan kesehatan fisik dan mental mereka."

Penelitian ini melibatkan peserta berusia 40–75 tahun yang baru didiagnosis dengan T2D dalam lima hingga 24 bulan terakhir dan mengelola kondisi mereka hanya dengan modifikasi gaya hidup atau Metformin.

0 Komentar

Berita Terkait

Leave a comment