Sahabat.com - Bayangkan jika kanker bisa dicegah sebelum muncul sama sekali. Itulah yang sedang dicoba para ilmuwan melalui konsep baru bernama “intersepsi kanker.” Alih-alih menunggu gejala muncul, mereka menargetkan proses biologis yang memicu kanker jauh sebelum tumor terbentuk.
Para peneliti kini mencari tanda-tanda halus, seperti mutasi genetik yang diam-diam menumpuk dalam sel atau lesi pra-kanker seperti tahi lalat dan polip. Semua ini muncul jauh sebelum kanker terlihat secara nyata. “Kanker bukan peristiwa tiba-tiba, melainkan proses bertahap yang bisa dideteksi sejak dini,” jelas Ahmed Elbediwy, dosen senior Biologi Kanker dari Universitas Kingston.
Salah satu terobosan adalah tes darah bernama MCED, yang mendeteksi fragmen DNA sel tumor atau pra-kanker di aliran darah. Hasil awal menjanjikan, terutama untuk kanker kolorektal. Jika kanker kolorektal terdeteksi pada tahap awal, 92% pasien bertahan hidup lima tahun, tapi jika terlambat, angkanya hanya 18%.
Studi jangka panjang juga menunjukkan mutasi genetik bisa bertambah seiring usia dan dipengaruhi peradangan serta faktor lingkungan. Dengan memantau perubahan ini, dokter bisa mengidentifikasi orang dengan risiko lebih tinggi dan melakukan pencegahan lebih dini.
Meski penuh potensi, metode ini menimbulkan tantangan etis. Memberi tahu seseorang sehat bahwa ia berisiko tinggi bisa menimbulkan kecemasan, dan tes MCED kadang memberikan hasil positif palsu yang memerlukan konfirmasi lebih lanjut. Peneliti menekankan pentingnya keseimbangan antara manfaat dan risiko, serta akses yang adil bagi semua lapisan masyarakat.
Dengan pemahaman ini, masa depan mungkin bisa menyelamatkan jutaan nyawa: deteksi dini dan intervensi sebelum kanker berkembang, cukup dengan tes darah sederhana.
0 Komentar
Flu atau Pilek? Jangan Salah Tebak, Ini Cara Mudah Kenali Gejalanya Sebelum Terlambat!
Pria 50+ Wajib Tahu! 5 Tes Jantung Ini Bisa Cegah Serangan Jantung Sebelum Terlambat
Leave a comment