Sahabat.com - Gigitan nyamuk yang terlihat sepele ternyata bisa memicu reaksi yang mengejutkan. Hal itulah yang dialami Saint, seorang bocah berusia 2 tahun, yang matanya membengkak drastis hanya dalam waktu semalam setelah digigit nyamuk di area wajah.
Kisah ini kembali menjadi sorotan publik setelah sang ibu, Maria H., membagikan rangkaian foto perubahan kondisi putranya melalui TikTok. Dalam unggahan tersebut, pembengkakan pada mata Saint terlihat semakin parah dari satu foto ke foto berikutnya hingga membuat banyak pengguna media sosial terkejut.
Maria mengaku awalnya tidak terlalu mengkhawatirkan gigitan tersebut. Menurutnya, benjolan yang muncul tampak seperti gigitan nyamuk biasa. “Awalnya hanya terlihat seperti gigitan nyamuk normal, benjolan kecil, dan anak saya sesekali menggaruknya sepanjang hari,” ujarnya.
Namun, situasi berubah keesokan paginya. Pembengkakan di sekitar mata Saint meningkat dengan cepat hingga membuatnya hampir tidak bisa membuka mata. Kondisi itu membuat Maria panik, terlebih saat itu masih berada dalam masa pandemi COVID-19 ketika banyak keluarga masih ragu mendatangi fasilitas kesehatan secara langsung.
“Saya mulai panik ketika pembengkakannya terus membesar,” kata Maria. Setelah berkonsultasi dengan dokter anak dan pihak rumah sakit, ia diminta untuk memantau gejala lain seperti demam atau keluarnya cairan dari mata serta memberikan antihistamin dan krim hidrokortison.
Meski gejala tambahan tersebut tidak muncul, Maria mengaku tetap berjaga sepanjang malam karena khawatir melihat perkembangan pembengkakan yang berlangsung sangat cepat. Beruntung, foto yang ia ambil sebelum kondisi memburuk membantu dokter memastikan bahwa masalah tersebut berasal dari reaksi gigitan nyamuk, bukan infeksi pada mata.
Setelah menjalani perawatan sesuai anjuran dokter, kondisi Saint mulai membaik hanya dalam satu hari. “Setelah mengikuti pengobatan yang disarankan, pembengkakan mulai berkurang keesokan harinya. Sepanjang waktu itu, anak saya tetap beraktivitas seperti biasa,” ungkap Maria.
Kini Saint telah berusia 7 tahun dan tidak mengalami efek samping jangka panjang. Maria berharap pengalaman keluarganya bisa menjadi pelajaran bagi orang tua lain. “Jika merasa ada yang tidak beres, percayalah pada insting Anda dan segera konsultasikan dengan tenaga medis,” pesannya.
0 Komentar
Telur Retak Masih Aman Dimakan? Jawaban Ahli Ini Bisa Bikin Anda Langsung Buang dari Kulkas
Kanker Prostat Joe Biden Terlambat Terdeteksi, Dokter Ungkap Alasan yang Jarang Disadari Pria Lansia
Rahasia Panjang Umur! 3 Ahli Gizi Ungkap Roti Paling Sehat yang Diam-Diam Bikin Tubuh Awet Muda
Makanan Kaya Kalsium yang Kandungannya Lebih Tinggi dari Segelas Susu, Cocok untuk Tulang Sehat
Buah yang Disebut Bisa Bantu Turunkan Risiko Kanker Payudara
Leave a comment