Sahabat.com - Perubahan iklim ternyata tidak hanya berdampak pada suhu bumi yang semakin panas, tetapi juga memengaruhi penyebaran berbagai penyakit. Salah satu yang kini menjadi perhatian para ahli kesehatan adalah meningkatnya aktivitas kutu (tick) pembawa penyakit akibat musim hangat yang berlangsung lebih lama.
Di Georgia, Amerika Serikat, para peneliti mencatat bahwa musim aktivitas kutu yang biasanya terjadi dari awal musim semi hingga akhir musim gugur kini semakin panjang. Kondisi ini meningkatkan peluang penularan penyakit yang dibawa kutu kepada manusia maupun hewan.
Ahli entomologi kesehatan masyarakat dari Departemen Kesehatan Publik Georgia, Dr. Rosmarie Kelly, mengatakan bahwa perubahan pola aktivitas kutu saat ini lebih dipengaruhi kondisi cuaca lokal dibandingkan perubahan musim secara permanen.
“Kami mulai menerima beberapa laporan kemunculan kutu lebih awal. Kemudian cuaca menjadi sangat kering sehingga laporan berkurang. Setelah hujan turun, laporan kembali meningkat. Saat ini kami belum melihat adanya perubahan yang benar-benar pasti,” ujar Kelly.
Peningkatan suhu diketahui mempercepat perkembangan dan pertumbuhan populasi kutu. Selain itu, kutu kini dapat bertahan hidup dan menyebar ke wilayah yang sebelumnya terlalu dingin untuk mereka huni.
Di Georgia sendiri, kutu diketahui dapat menularkan sejumlah penyakit, termasuk Rocky Mountain spotted fever dan Lyme disease yang menjadi kasus paling umum. Menurut Kelly, masyarakat sebaiknya menghindari area dengan vegetasi lebat, tumpukan daun kering, semak-semak, atau kawasan dekat pepohonan saat aktivitas kutu sedang tinggi.
“Kutu biasanya berada di area dengan vegetasi tinggi yang lembap dan teduh. Mereka dapat memanjat batang rumput atau semak rendah sambil menunggu inang lewat,” jelasnya.
Untuk mengurangi risiko gigitan kutu, masyarakat disarankan menggunakan losion antiserangga yang mengandung DEET, menghindari duduk langsung di tanah, serta melakukan pemeriksaan tubuh secara menyeluruh setelah beraktivitas di luar ruangan. Anak-anak dan hewan peliharaan juga perlu diperiksa setiap hari.
Jika setelah tergigit kutu muncul gejala seperti demam, ruam kulit, kelelahan, nyeri otot, atau keluhan mirip flu, segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan. Diagnosis dan penanganan dini dapat membantu mencegah komplikasi yang lebih serius.
0 Komentar
Rahasia Panjang Umur! 3 Ahli Gizi Ungkap Roti Paling Sehat yang Diam-Diam Bikin Tubuh Awet Muda
Makanan Kaya Kalsium yang Kandungannya Lebih Tinggi dari Segelas Susu, Cocok untuk Tulang Sehat
Buah yang Disebut Bisa Bantu Turunkan Risiko Kanker Payudara
Bukan Kopi! Ini Minuman Pagi yang Bikin Fokus Tajam dan Energi Stabil Sepanjang Hari
Camilan Tinggi Protein yang Bikin Kenyang Lebih Lama dan Tubuh Tetap Energik Seharian
Leave a comment