Sahabat.com - Banyak wanita merasa frustrasi saat angka di timbangan terus naik setelah memasuki masa menopause. Padahal, pola makan dan rutinitas olahraga yang dijalani tidak banyak berubah. Kini, penelitian terbaru menemukan petunjuk yang bisa menjelaskan mengapa menurunkan berat badan saat menopause terasa jauh lebih sulit, dan penyebabnya ternyata bukan semata-mata soal kemauan atau disiplin diri.
Para peneliti menemukan peran penting hormon bernama asprosin, yaitu hormon yang diproduksi oleh jaringan lemak tubuh. Studi yang dipublikasikan dalam The Journal of Nutrition menunjukkan bahwa hormon ini berpotensi memengaruhi kemampuan tubuh wanita pascamenopause dalam mengatur berat badan.
Dalam penelitian yang mengikuti wanita sehat pascamenopause selama tiga tahun, ditemukan bahwa mereka yang memiliki kadar asprosin lebih tinggi memiliki risiko 43 persen lebih rendah mengalami kenaikan berat badan signifikan. Bahkan, kelompok ini juga tercatat 83 persen lebih berpeluang menurunkan berat badan dengan lebih mudah dibandingkan wanita dengan kadar asprosin rendah.
Tim peneliti menduga asprosin berperan dalam mekanisme pengaturan berat badan yang hingga kini masih terus dipelajari. Temuan ini memperkuat dugaan banyak wanita bahwa perubahan hormon selama menopause memang memiliki pengaruh besar terhadap kenaikan berat badan.
Selama ini, banyak orang percaya bahwa berat badan hanya ditentukan oleh keseimbangan antara kalori yang masuk dan keluar. Namun saat kadar estrogen menurun selama menopause, tubuh cenderung menyimpan lebih banyak lemak, terutama di area perut. Di saat yang sama, metabolisme melambat, nafsu makan meningkat, kualitas tidur menurun, dan suasana hati menjadi lebih mudah berubah.
Meski penelitian mengenai asprosin masih terus dikembangkan, para ahli menyarankan beberapa langkah sederhana untuk membantu menjaga berat badan selama menopause. Mulailah dengan mengonsumsi protein berkualitas pada setiap waktu makan, rutin melakukan latihan kekuatan untuk mempertahankan massa otot, serta memastikan waktu tidur yang cukup dan berkualitas.
“Perubahan hormon, bukan kurangnya usaha, mungkin menjadi faktor utama di balik sulitnya menurunkan berat badan saat menopause,” ungkap tim peneliti dalam laporannya.
Temuan ini menjadi kabar baik bagi jutaan wanita yang selama ini berjuang melawan kenaikan berat badan di usia paruh baya. Dengan semakin berkembangnya penelitian, misteri seputar berat badan saat menopause perlahan mulai terungkap dan membuka peluang solusi yang lebih efektif di masa depan.
0 Komentar
Billie Eilish Bikin Pangling! Tampil dengan Rambut Merah Auburn, Netizen Langsung Heboh
Liburan Ternyata Bisa Bikin Panjang Umur, Penelitian Ungkap Traveling Baik untuk Otak dan Mental
Diam-Diam Jadi Sarang Bakteri, Barang di Rumah Ini Harus Rutin Diganti demi Kesehatan
Rahasia Tetap Kuat di Usia 60 Tahun Terungkap, Ternyata Latihan Ini Jadi Kunci Awet Muda
Leave a comment