Kanker Prostat Joe Biden Terlambat Terdeteksi, Dokter Ungkap Alasan yang Jarang Disadari Pria Lansia

03 Juni 2026 12:18
Penulis: Alamsyah, lifestyle
Joe Biden bersama Jill Biden dalam sebuah acara publik. Mantan Presiden AS tersebut didiagnosis menderita kanker prostat stadium IV yang telah menyebar ke tulang.

Sahabat.com - Mantan Presiden Amerika Serikat Joe Biden diketahui hidup dengan kanker prostat stadium IV yang telah menyebar ke tulang. Kondisi ini mengejutkan banyak pihak karena selama bertahun-tahun Biden mendapatkan perawatan kesehatan terbaik, termasuk saat masih berada di Gedung Putih.

Sang istri, Jill Biden, mengungkapkan bahwa ia mulai menyadari adanya perubahan pada kondisi suaminya ketika Biden lebih sering terbangun pada malam hari untuk buang air kecil. Namun, gejala tersebut awalnya tidak dianggap mengkhawatirkan karena sangat umum terjadi pada pria lanjut usia akibat pembesaran prostat jinak.

“Joe akan hidup dengan kanker selama sisa hidupnya,” kata Jill Biden saat berbicara dalam wawancara televisi. Ia menambahkan bahwa jika kanker hanya berada di prostat, peluang kesembuhan jauh lebih besar. Namun, kondisi menjadi berbeda ketika sel kanker sudah menyebar ke tulang.

Menurut para ahli, kanker prostat pada tahap awal sering kali tidak menimbulkan gejala apa pun. Profesor fisika dan bioengineering dari Northeastern University, Dr. Herbert Levine, menjelaskan bahwa kanker yang ditemukan lebih awal umumnya lebih mudah ditangani. Sebaliknya, ketika kanker telah bermetastasis ke tulang, pengobatan menjadi jauh lebih kompleks.

Biden didiagnosis pada Mei 2025 setelah melaporkan gangguan saluran kemih. Kanker yang dideritanya memiliki skor Gleason 9, yang menunjukkan tingkat agresivitas tinggi. Meski demikian, tim medis menyebut kanker tersebut masih sensitif terhadap terapi hormon sehingga pengobatan masih dapat membantu mengendalikan perkembangan penyakit.

Kasus Biden juga memicu kembali perdebatan mengenai pentingnya tes PSA atau Prostate-Specific Antigen pada pria berusia di atas 70 tahun. Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah pedoman kesehatan di Amerika Serikat tidak lagi merekomendasikan pemeriksaan rutin bagi kelompok usia tersebut. Akibatnya, sebagian kasus kanker prostat baru terdeteksi saat sudah memasuki stadium lanjut.

“Menemukan kanker prostat sebelum menyebar sering kali menjadi perbedaan antara kesembuhan dan bertahun-tahun menjalani pengobatan,” ujar para ahli. Mereka menyarankan pria lanjut usia tetap berdiskusi dengan dokter mengenai kebutuhan skrining PSA sesuai kondisi kesehatan masing-masing.

Kasus Joe Biden menjadi pengingat bahwa gejala yang tampak biasa, seperti sering buang air kecil pada malam hari, tidak selalu boleh dianggap sepele. Pemeriksaan dini tetap menjadi kunci penting untuk meningkatkan peluang keberhasilan pengobatan kanker prostat.

0 Komentar

Berita Terkait

Leave a comment