Minum Aspirin Setiap Hari Cegah Kanker Usus? Studi Terbaru Bongkar Fakta Mengejutkan Ini!

26 Februari 2026 14:04
Penulis: Alamsyah, lifestyle
Ilustrasi aspirin dosis rendah yang sering dikonsumsi harian dan dikaitkan dengan pencegahan kanker usus.

Sahabat.com - Kebiasaan minum aspirin dosis rendah setiap hari kerap dipercaya bisa menjadi “tameng” terhadap kanker usus besar atau kanker kolorektal. Namun, ulasan ilmiah terbaru yang dimuat dalam Cochrane Database of Systematic Reviews justru menemukan fakta berbeda: bagi masyarakat umum, aspirin harian tidak terbukti menurunkan risiko kanker kolorektal.

Kanker kolorektal sendiri merupakan salah satu jenis kanker paling umum di dunia. Data dari World Health Organization (WHO) mencatat, pada 2022 terdapat sekitar 1,9 juta kasus baru dan lebih dari 900 ribu kematian akibat penyakit ini. Meski mayoritas terjadi pada usia di atas 50 tahun, tren kasus pada usia muda juga mulai meningkat di sejumlah negara.

Selama ini, beberapa studi menunjukkan bahwa pada individu dengan risiko genetik tertentu seperti sindrom Lynch, aspirin dosis rendah dapat membantu menekan risiko kanker usus. Namun, tinjauan terbaru yang dilakukan peneliti dari West China Hospital of Sichuan University menyimpulkan bahwa efek perlindungan tersebut tidak berlaku bagi populasi umum tanpa faktor risiko genetik atau riwayat kanker sebelumnya.

“Kisah ‘aspirin untuk pencegahan kanker’ jauh lebih kompleks daripada sekadar jawaban ya atau tidak. Bukti saat ini tidak mendukung rekomendasi penggunaan aspirin secara luas hanya untuk mencegah kanker usus,” ujar Bo Zhang, MD, penulis utama studi tersebut.

Analisis ini melibatkan 10 uji klinis acak dengan hampir 125.000 peserta berusia rata-rata 53–71 tahun dan masa tindak lanjut hingga lebih dari 15 tahun. Hasilnya, aspirin dinilai memiliki sedikit atau bahkan tidak ada efek dalam menurunkan kejadian kanker kolorektal dalam 5–15 tahun pertama. Bahkan, terdapat indikasi peningkatan risiko perdarahan serius, termasuk perdarahan di luar tengkorak dan stroke hemoragik, terutama pada dosis lebih tinggi.

Zhang mengingatkan, “Banyak orang mungkin berpikir minum aspirin hari ini akan melindungi mereka dari kanker besok. Padahal, jika pun ada efek pencegahan, itu membutuhkan waktu lebih dari satu dekade, sementara risiko perdarahan muncul sejak awal.”

Meski begitu, aspirin dosis rendah tetap direkomendasikan bagi penderita penyakit kardiovaskular untuk mencegah serangan jantung atau stroke berulang. Bagi yang sehat tanpa riwayat penyakit jantung, pendekatan gaya hidup tetap jadi kunci: berhenti merokok, konsumsi makanan tinggi serat, rutin berolahraga, menjaga berat badan ideal, dan membatasi alkohol.

Intinya, jangan jadikan aspirin sebagai “jalan pintas” mencegah kanker. Konsultasi medis dan pola hidup sehat tetap menjadi strategi paling aman dan efektif.

0 Komentar

Berita Terkait

Leave a comment