Sahabat.com - Apa yang sebenarnya terjadi ketika Anda berhenti menggunakan Ozempic untuk menurunkan berat badan? Jawabannya tidak sesederhana ya atau tidak. Setiap tubuh punya respons berbeda, apalagi jika obat ini juga digunakan untuk mengontrol diabetes tipe 2.
Ozempic adalah nama dagang dari semaglutide, obat golongan GLP-1 receptor agonist yang awalnya disetujui untuk membantu pasien diabetes tipe 2 mengontrol gula darah. Belakangan, obat ini populer sebagai solusi weight loss karena mampu menekan nafsu makan, memperlambat pengosongan lambung, dan membuat Anda merasa kenyang lebih lama.
Namun saat pemakaian dihentikan, efek tersebut perlahan memudar. Nafsu makan bisa kembali seperti semula, cravings muncul lagi, dan angka timbangan berpotensi naik. Dalam uji klinis tahun 2022 oleh Novo Nordisk, sebagian peserta yang berhenti semaglutide setelah 68 minggu mengalami kenaikan kembali sekitar dua pertiga dari berat badan yang sempat turun.
Tak hanya soal berat badan, kadar gula darah juga bisa terdampak. Pada penderita diabetes tipe 2, menghentikan Ozempic tanpa pengawasan medis berisiko menyebabkan hiperglikemia dengan gejala seperti mudah haus, sering buang air kecil, lelah, hingga pandangan kabur.
Beberapa orang berhenti karena efek samping berat seperti mual dan muntah, ada juga yang rehat sementara saat liburan, merencanakan kehamilan, atau akan menjalani operasi. National Institutes of Health (NIH) bahkan menyarankan penghentian minimal delapan minggu sebelum program hamil.
Dokter Craig Primack, MD, menekankan pentingnya konsultasi sebelum menghentikan obat. Intinya, berhenti Ozempic bukan keputusan sepele. Tanpa strategi pola makan tinggi protein dan serat, olahraga rutin, manajemen stres, serta pemantauan gula darah, risiko kenaikan berat badan sangat mungkin terjadi.
Meski begitu, menjaga berat badan ideal tanpa obat tetap mungkin dilakukan dengan komitmen jangka panjang terhadap gaya hidup sehat. Kuncinya konsisten, bukan instan.
0 Komentar
Flu atau Pilek? Jangan Salah Tebak, Ini Cara Mudah Kenali Gejalanya Sebelum Terlambat!
Pria 50+ Wajib Tahu! 5 Tes Jantung Ini Bisa Cegah Serangan Jantung Sebelum Terlambat
Leave a comment