Sahabat.com - Kekurangan vitamin D sering kali tidak disadari, padahal nutrisi ini membantu tubuh menyerap kalsium dan menjaga kekuatan tulang. Para ahli kesehatan menyebutkan bahwa kebutuhan vitamin D setiap orang berbeda tergantung usia, kondisi tubuh, serta risiko kekurangan vitamin D. Namun, secara umum kebanyakan orang membutuhkan sekitar 600 IU vitamin D per hari.
Berikut beberapa makanan yang menjadi sumber vitamin D alami dan mudah ditemukan. Ikan trout menjadi salah satu pilihan terbaik karena dalam sekitar 85 gram ikan trout matang terkandung vitamin D sekitar 60 persen dari kebutuhan harian. Selain itu, ikan ini juga kaya protein, vitamin B12, dan selenium yang mendukung metabolisme tubuh.
Salmon juga termasuk makanan tinggi vitamin D. Dalam porsi sekitar 85 gram salmon liar matang, terdapat hampir setengah kebutuhan vitamin D harian. Kandungan protein dan lemak sehat dalam salmon membuatnya sering menjadi pilihan menu sehat untuk menjaga jantung dan kebugaran tubuh.
Selain ikan, beberapa jenis susu juga bisa membantu memenuhi asupan vitamin D. Susu almond tanpa gula, susu oat, susu sapi, hingga susu kedelai yang telah diperkaya vitamin D dapat menjadi alternatif, terutama bagi mereka yang memiliki pola makan tertentu. Produk susu tersebut juga biasanya mengandung kalsium yang penting untuk tulang.
Ikan sarden kalengan juga tidak kalah bermanfaat. Selain mengandung vitamin D, sarden kaya akan vitamin B12, kalsium, dan selenium. Telur juga menjadi sumber vitamin D yang praktis, terutama pada bagian kuning telur, meskipun jumlahnya lebih rendah dibandingkan ikan.
Bagi pecinta makanan laut, tuna bisa menjadi pilihan lain. Ikan tuna mengandung vitamin D sekaligus protein tinggi yang membantu menjaga massa otot. Sementara itu, jamur shiitake menawarkan sumber vitamin D dari bahan nabati. Menariknya, jamur yang terkena paparan sinar ultraviolet atau cahaya matahari dapat meningkatkan kandungan vitamin D secara alami.
Beberapa sereal sarapan yang diperkaya vitamin D juga bisa menjadi pilihan, tetapi konsumen perlu memperhatikan label nutrisi untuk mengetahui jumlah vitamin D yang terkandung di dalamnya.
Kebutuhan vitamin D juga dipengaruhi oleh usia dan kondisi tertentu. Bayi membutuhkan sekitar 400 IU per hari, sedangkan orang dewasa lanjut usia bisa membutuhkan lebih banyak. Orang yang jarang terkena sinar matahari, memiliki gangguan penyerapan nutrisi, atau kondisi kesehatan tertentu mungkin berisiko mengalami kekurangan vitamin D.
Selain makanan, tubuh juga dapat memproduksi vitamin D melalui paparan sinar matahari. Menggabungkan pola makan sehat, aktivitas fisik, dan paparan matahari yang cukup dapat membantu menjaga kadar vitamin D tetap optimal.
0 Komentar
Kebiasaan Sederhana Sebelum Tidur yang Bisa Mengubah Kualitas Hidup Anda di Era Digital
Anak yang Kurang Tidur Berisiko Dua Kali Lipat Alami Depresi Saat Remaja, Ini Alasannya
Leave a comment