Minum Wine Setiap Hari, Sehat atau Diam-Diam Berbahaya? Ini Fakta Mengejutkannya!

10 April 2026 13:19
Penulis: Alamsyah, lifestyle
Ilustrasi botol dan gelas wine di rak, minuman yang sering dikaitkan dengan gaya hidup namun memiliki risiko kesehatan.

Sahabat.com - Wine sudah menjadi bagian dari gaya hidup modern sekaligus tradisi kuno yang telah ada sejak ribuan tahun lalu. Dari makan malam santai hingga momen berkumpul bersama teman, segelas wine kerap dianggap simbol relaksasi dan kenikmatan hidup. Namun di balik citranya yang elegan, muncul pertanyaan penting: apakah minum wine setiap hari benar-benar baik untuk kesehatan?

Selama bertahun-tahun, wine sering dikaitkan dengan manfaat kesehatan jantung. Kandungan polifenol, termasuk resveratrol yang terdapat pada kulit anggur merah, disebut memiliki efek antioksidan dan antiinflamasi. Zat ini dipercaya membantu menurunkan kolesterol jahat serta mendukung kesehatan pembuluh darah.

Namun, para ahli mengingatkan agar tidak langsung menganggap wine sebagai “minuman sehat”. “Klaim bahwa segelas wine setiap hari baik untuk jantung sebaiknya disikapi dengan hati-hati,” ujar Michelle Routhenstein, ahli diet kardiologi. Ia menegaskan bahwa manfaat tersebut belum cukup kuat untuk dijadikan alasan rutin mengonsumsi alkohol.

Pendapat serupa juga disampaikan Kailey Proctor. “Tidak ada penelitian yang menunjukkan hubungan langsung antara konsumsi alkohol dan peningkatan kesehatan jantung,” jelasnya. Ia juga menambahkan bahwa semua jenis alkohol, termasuk wine, tetap memiliki kaitan dengan peningkatan risiko kanker.

Saat dikonsumsi, alkohol akan diubah tubuh menjadi asetaldehida, zat kimia yang tergolong karsinogen. Zat ini dapat merusak DNA dan memicu pertumbuhan sel abnormal dalam tubuh. Risiko ini tetap ada, bahkan pada konsumsi dalam jumlah moderat.

Batas konsumsi yang dianggap “aman” pun sebenarnya tidak mutlak. Meski beberapa pedoman menyebut satu gelas per hari untuk wanita dan dua gelas untuk pria, para ahli sepakat bahwa semakin sedikit konsumsi alkohol, semakin baik bagi kesehatan. “Faktanya, tidak minum sama sekali adalah pilihan terbaik untuk kesehatan,” kata Proctor.

Meski begitu, bukan berarti kamu harus sepenuhnya berhenti jika memang menikmati wine sesekali. Kuncinya adalah kesadaran dan keseimbangan. Jangan menjadikan wine sebagai sumber manfaat kesehatan, karena nutrisi seperti antioksidan bisa didapatkan langsung dari buah anggur tanpa risiko tambahan.

Pada akhirnya, gaya hidup sehat tidak bergantung pada segelas wine, melainkan pola makan seimbang, aktivitas fisik, dan kebiasaan yang konsisten. Jadi, jika kamu memilih untuk minum, pastikan itu karena ingin menikmati momen, bukan demi alasan kesehatan.

0 Komentar

Berita Terkait

Leave a comment