Lari di Luar Ruangan saat Musim Dingin Ternyata Bisa Jaga Vitamin D, Ini Temuan Terbaru Peneliti

26 Mei 2026 16:46
Penulis: Alamsyah, lifestyle
Ilustrasi seseorang berlari di luar ruangan saat musim dingin untuk menjaga kadar vitamin D tubuh tetap stabil.

Sahabat.com - Menjaga tubuh tetap sehat saat musim dingin ternyata tidak hanya soal minum suplemen. Penelitian terbaru menemukan bahwa aktivitas sederhana seperti lari di luar ruangan dapat membantu menjaga kadar vitamin D tetap stabil secara alami. Temuan ini menjadi kabar baik bagi banyak orang yang sering kekurangan paparan sinar matahari saat cuaca dingin datang.

Studi yang dilakukan peneliti dari EHU-University of the Basque Country dan University of Urbino, Italia, meneliti 45 orang dewasa berusia 20 hingga 45 tahun selama musim gugur hingga musim dingin. Para peserta terdiri dari pelari rekreasional dan non-pelari. Sebagian peserta mengonsumsi suplemen vitamin D setiap hari selama delapan minggu, sementara lainnya tidak.

Hasilnya cukup mengejutkan. Suplemen vitamin D memang membantu menjaga sistem imun tetap seimbang, tetapi tidak meningkatkan performa olahraga. Sebaliknya, aktivitas fisik di luar ruangan justru memberikan efek besar terhadap kadar vitamin D dalam tubuh.

Peneliti Eneko Fernández menjelaskan bahwa peserta yang rutin berlari di luar ruangan tetap memiliki kadar vitamin D yang baik meski tanpa suplemen. “Salah satu kesimpulan utama adalah melakukan aktivitas fisik di luar ruangan merupakan strategi yang sangat efektif untuk melawan kekurangan vitamin D,” ujarnya.

Vitamin D sendiri memiliki peran penting untuk kesehatan tulang, pemulihan otot, hingga menjaga daya tahan tubuh. Sekitar 80 persen vitamin D berasal dari paparan sinar matahari, sementara sisanya diperoleh dari makanan. Saat musim dingin, kadar vitamin ini cenderung menurun karena sinar ultraviolet B melemah dan orang lebih banyak berada di dalam ruangan.

Penelitian juga menunjukkan peserta non-pelari yang tidak mengonsumsi suplemen mengalami penurunan vitamin D paling drastis, mencapai lebih dari 32 persen selama musim dingin. Sementara itu, para pelari luar ruangan mampu mempertahankan kadar vitamin D lebih stabil.

Selain itu, suplemen vitamin D diketahui membantu menjaga sel darah putih yang berfungsi melindungi tubuh dari infeksi dan virus. Namun Fernández menegaskan bahwa vitamin D bukan “obat ajaib” untuk meningkatkan performa olahraga. “Vitamin D bukan seperti steroid atau EPO. Vitamin ini tidak meningkatkan performa,” katanya.

Para peneliti menyarankan masyarakat tetap aktif bergerak di luar ruangan meski cuaca dingin. Berlari santai atau berjalan kaki selama 20 hingga 30 menit disebut sudah cukup memberikan manfaat besar bagi tubuh.

0 Komentar

Berita Terkait

Leave a comment