Sahabat.com - Media sosial belakangan dipenuhi tren hidup sehat, mulai dari minuman protein, green powder, hingga makanan fermentasi yang disebut-sebut baik untuk tubuh. Namun di balik popularitasnya, para ahli mengingatkan bahwa makanan fermentasi bukan sekadar tren sesaat, melainkan pelengkap pola makan sehat yang bisa dikonsumsi secara seimbang.
Ahli gizi sekaligus nutrisionis olahraga, Amy Goodson, mengatakan makanan fermentasi tidak harus dikonsumsi berlebihan. “Makanan fermentasi tidak harus menjadi tren atau pendekatan serba wajib. Anggap saja sebagai tambahan kecil yang lezat untuk pola makan seimbang,” ujarnya.
Makanan fermentasi merupakan makanan yang diproses secara alami dengan bantuan mikroorganisme seperti bakteri, ragi, atau jamur. Proses ini mengubah gula dan pati menjadi senyawa lain seperti asam atau alkohol yang membuat makanan lebih awet sekaligus menciptakan bakteri baik untuk tubuh.
Beberapa contoh makanan fermentasi yang populer antara lain yogurt, kefir, kimchi, tempe, miso, kombucha, keju tua, hingga sourdough bread. Menurut ahli diet Caroline Susie, tidak semua produk fermentasi di pasaran mengandung bakteri baik aktif. “Beberapa produk komersial menggunakan pemrosesan panas yang bisa membunuh bakteri baik, jadi penting membaca label makanan,” jelasnya.
Salah satu manfaat terbesar makanan fermentasi adalah membantu menjaga kesehatan usus berkat kandungan probiotik. Bakteri baik tersebut dapat mendukung keseimbangan mikrobioma usus yang berperan penting dalam sistem pencernaan dan daya tahan tubuh.
Selain itu, proses fermentasi juga membantu tubuh menyerap nutrisi lebih baik, termasuk vitamin B, kalsium, dan zat besi. Penelitian terbaru bahkan menunjukkan hubungan antara kesehatan usus dan kesehatan mental. Probiotik dari makanan fermentasi disebut dapat membantu memengaruhi suasana hati, mengurangi kecemasan, hingga meningkatkan fokus dan daya ingat.
Meski begitu, makanan fermentasi tidak selalu cocok untuk semua orang. Amy Goodson mengingatkan bahwa penderita intoleransi histamin bisa mengalami sakit kepala atau gangguan pencernaan setelah mengonsumsinya. Kandungan garam yang tinggi pada kimchi atau acar juga perlu diperhatikan oleh penderita hipertensi dan penyakit jantung.
Bagi kebanyakan orang, makanan fermentasi tetap aman dikonsumsi setiap hari dalam jumlah wajar sebagai bagian dari gaya hidup sehat modern.
0 Komentar
Makanan Anti Inflamasi yang Wajib Dikonsumsi, Bisa Bantu Tubuh Lebih Sehat dan Bertenaga
Pasta Gandum Utuh Ternyata Lebih Sehat? Ini Fakta yang Jarang Diketahui Pecinta Makanan Italia
Segenggam Almond Tiap Hari Disebut Bisa Redakan Peradangan Tubuh, Ini Fakta Menariknya
Temuan Baru! Konsumsi Tahu dan Tempe Disebut Bisa Tingkatkan Gairah Seksual Wanita Menopause
Leave a comment