Sahabat.com - Banyak orang rela mengeluarkan uang jutaan rupiah demi mengejar hidup sehat dan umur panjang. Mulai dari suplemen mahal, terapi cahaya merah, hingga tren berendam air es dini hari kini makin populer di kalangan pecinta gaya hidup sehat. Namun, penelitian terbaru justru menunjukkan bahwa rahasia longevity atau umur panjang bisa datang dari sesuatu yang sangat sederhana: serat.
Menurut laporan yang dimuat Men's Fitness, konsumsi serat dalam jumlah cukup terbukti berkaitan dengan penurunan risiko kematian akibat berbagai penyakit serius, mulai dari penyakit jantung hingga kanker. Bahkan, efeknya disebut sangat signifikan dalam dunia ilmu nutrisi.
Sebuah tinjauan sistematis terhadap 64 studi yang melibatkan sekitar 3,5 juta orang menemukan bahwa orang yang mengonsumsi serat lebih tinggi memiliki risiko kematian lebih rendah hingga 23 persen secara keseluruhan. Risiko kematian akibat penyakit kardiovaskular turun 26 persen, sementara risiko kematian akibat kanker menurun 22 persen.
“Jawaban yang membosankan hampir selalu menjadi jawaban yang benar,” tulis laporan tersebut, menegaskan bahwa pola makan sederhana justru sering memberi dampak terbesar bagi kesehatan tubuh.
Penelitian lain juga menemukan bahwa titik ideal konsumsi serat berada di angka sekitar 25 gram per hari. Di atas 30 gram, manfaatnya mulai stabil. Sayangnya, rata-rata konsumsi serat masyarakat modern masih jauh dari angka tersebut.
Serat bekerja dengan dua cara utama dalam menjaga kesehatan tubuh. Pertama, membantu mengikat kolesterol dan membuangnya dari tubuh sehingga kadar LDL atau kolesterol jahat dapat ditekan. Kedua, serat membantu kesehatan usus karena difermentasi oleh bakteri baik menjadi senyawa yang mampu mengurangi peradangan, meningkatkan sensitivitas insulin, serta melindungi lapisan usus besar.
Kabar baiknya, menambah asupan serat tidak sulit dilakukan. Makanan seperti lentil, alpukat, buah beri, kacang-kacangan, dan biji-bijian bisa menjadi pilihan praktis untuk memenuhi kebutuhan harian.
Jadi, sebelum tergoda membeli suplemen mahal demi hidup lebih panjang, mungkin sudah saatnya mulai memperhatikan isi piring makan sehari-hari.
0 Komentar
Studi Ungkap Makanan Fermentasi Lebih Ampuh Sehatkan Usus daripada Tinggi Serat, Benarkah?
Mau Berat Badan Turun? Studi Harvard Ungkap Karbohidrat Terbaik dan Terburuk untuk Diet
Jangan Asal Ikut Diet Mediterania! Ahli Gizi Ungkap 6 Kesalahan yang Bisa Menggagalkan Hasilnya
7 Makanan Terbaik untuk Otak, Ahli Ungkap Rahasia Meningkatkan Daya Ingat dan Cegah Risiko Demensia
Sering Makan Daging Merah Setiap Hari? Ini Dampaknya pada Tekanan Darah Menurut Ahli
Wabah Infeksi Usus Cyclosporiasis Meningkat, Jangan Anggap Remeh Diare yang Tak Kunjung Sembuh
Pemanis Buatan Ternyata Tak Selalu Aman, 9 Dampak Mengejutkan yang Bisa Mengancam Kesehatan
Fakta Terbaru soal MSG Terungkap, Ternyata Micin Tak Seberbahaya yang Selama Ini Dipercaya
Leave a comment