Sahabat.com - Bagi banyak orang, selada atau sayuran hijau kemasan menjadi pilihan praktis untuk makan sehat tanpa ribet. Tinggal buka kemasan, tuang ke mangkuk, dan siap disantap. Namun di balik kemudahannya, para ahli keamanan pangan justru mengingatkan agar konsumen lebih waspada sebelum rutin mengonsumsinya.
Profesor kebijakan pangan dari Northeastern University, Darin Detwiler, menyebut sayuran hijau kemasan sebagai salah satu produk paling berisiko di supermarket. “Kenyataannya, sayuran hijau yang sudah dicuci dan dikemas tetap menjadi salah satu sumber utama penyakit akibat makanan karena risiko kontaminasi di sepanjang rantai distribusi,” ujarnya. Ia bahkan menghindari produk ini karena risiko bakteri berbahaya seperti E. coli yang bisa berujung rawat inap, gagal ginjal, hingga kematian.
Kontaminasi bisa terjadi sejak di lahan pertanian. Air irigasi yang tercemar, tanah, udara, hingga kotoran hewan dari peternakan sekitar dapat membawa bakteri seperti E. coli, salmonella, atau listeria ke daun selada. Menurut Detwiler, area produksi besar seperti California dan Arizona sering berdekatan dengan peternakan sapi, sehingga limpasan limbah ternak berpotensi mencemari tanaman.
Risiko tidak berhenti di situ. Saat masuk ke pabrik pengolahan, daun selada dari berbagai kebun biasanya dicampur, dicuci dalam jumlah besar, lalu dikemas bersama. “Satu daun yang terkontaminasi bisa memengaruhi ribuan kemasan dan tersebar ke banyak wilayah,” kata Detwiler. Chef sekaligus instruktur keamanan pangan, Olivia Roszkowski, menambahkan bahwa proses pencucian massal justru bisa menjadi cara efektif menyebarkan patogen.
Banyak orang mengira mencuci ulang selada kemasan di rumah akan membuatnya lebih aman. Faktanya, hal itu tidak disarankan. “Mencuci ulang bisa memperkenalkan bakteri baru dari wastafel, peralatan dapur, atau tangan yang tidak steril,” jelas Kimberly Baker dari Clemson University. Selain itu, bakteri berbahaya tidak bisa dilihat, dicium, atau dirasakan, dan sering kali menempel kuat pada permukaan daun.
Karena selada biasanya dikonsumsi mentah, risiko pun semakin sulit ditekan. Para ahli menyarankan untuk selalu mengecek informasi penarikan produk, memperhatikan tanggal kedaluwarsa, menghindari kemasan yang basah atau berlendir, serta menyimpan sayuran di suhu dingin. Jika ingin lebih aman, membeli selada utuh lalu mencucinya sendiri di rumah dinilai lebih minim risiko dibanding selada potong siap santap.
0 Komentar
Dokter Ungkap Trik Simpel Turunkan Gula Darah Secara Alami, Bisa Langsung Dicoba di Rumah
Liburan Berujung Duka, Penumpang Lansia Meninggal Usai Naik Roller Coaster Universal Orlando
Usia 35 Jadi Titik Balik Tubuh Melemah? Studi 50 Tahun Ini Bikin Kaget
Alat Getar Ini Lagi Viral di Gym, Benarkah Bisa Bakar Lemak Tanpa Capek?
Leave a comment