Tanpa Disadari, 4 Makanan Sehari-hari Ini Bisa Merusak Kesehatan Ususmu

26 Januari 2026 11:52
Penulis: Alamsyah, lifestyle
Ilustrasi berbagai makanan olahan seperti roti kemasan, gorengan, makanan manis, dan keju vegan yang berpotensi memengaruhi kesehatan usus.

Sahabat.com - Gaya hidup modern membuat banyak orang semakin peduli dengan kesehatan usus atau gut health. Namun tanpa disadari, makanan yang kerap ada di dapur justru bisa menjadi pemicu utama gangguan pencernaan. Seorang ahli nutrisi holistik asal New York, Robin DeCicco, mengingatkan bahwa pola makan sangat berpengaruh terhadap keseimbangan bakteri baik di dalam usus.

Menurut DeCicco, ketika keseimbangan mikrobioma terganggu, tubuh bisa mengalami berbagai masalah seperti perut kembung, sembelit, diare, hingga irritable bowel syndrome (IBS). “Kesehatan usus sangat dipengaruhi oleh apa yang kita makan setiap hari,” ujarnya.

Salah satu makanan yang patut diwaspadai adalah roti kemasan yang banyak dijual di supermarket. Roti jenis ini umumnya melalui proses pengolahan panjang dan mengandung bahan tambahan untuk memperpanjang masa simpan. “Banyak roti komersial dibuat dari tepung olahan dan minim serat, padahal serat sangat penting untuk kesehatan usus,” kata DeCicco.

Makanan gorengan juga masuk dalam daftar yang berisiko. Kandungan lemak tinggi dari minyak berlebih membuat sistem pencernaan bekerja lebih keras. “Tubuh kesulitan mencerna makanan berlemak tinggi, apalagi jika dikonsumsi terlalu sering,” jelasnya. Minyak nabati olahan yang biasa digunakan untuk menggoreng pun dapat memperburuk ketidakseimbangan bakteri usus.

Selain itu, makanan dan minuman tinggi gula, seperti es krim, k_toggle kue, dan minuman manis, menjadi penyumbang terbesar gangguan usus. “Makanan tinggi gula tidak memberi manfaat apa pun bagi tubuh. Gula memicu peradangan, obesitas, diabetes, hingga penyakit jantung,” tegas DeCicco. Ia menambahkan bahwa lonjakan gula darah dapat menjadi “bahan bakar” bagi pertumbuhan bakteri jahat di usus.

Keju vegan olahan juga tak luput dari perhatian. Meski berbasis nabati, beberapa produk mengandung banyak bahan pengikat dan aditif. “Keju vegan yang sangat diproses bisa memicu peradangan usus karena kandungan tambahan di dalamnya,” ungkapnya. DeCicco menyarankan untuk memilih makanan utuh dan alami. “Jika harus mencari pengganti, pastikan bahannya benar-benar nyata dan mudah dikenali.”

0 Komentar

Berita Terkait

Leave a comment