Sahabat.com - Kanker usus termasuk jenis kanker yang bisa diobati jika terdeteksi dini. Namun, selain skrining rutin, pilihan makanan sehari-hari ternyata punya peran besar dalam menjaga kesehatan usus. Sebuah studi yang dipublikasikan di jurnal BMC Gastroenterology menemukan bahwa konsumsi sayuran cruciferous dapat menurunkan risiko kanker usus hingga hampir 20 persen.
Meta-analisis besar ini meninjau 17 studi dengan total 97.595 partisipan. Hasilnya menunjukkan bahwa konsumsi 40–60 gram sayuran cruciferous per hari—setara sekitar setengah cangkir brokoli atau dua hingga tiga cangkir kale mentah—berkaitan dengan penurunan signifikan risiko kanker usus.
“Temuan ini semakin memperkuat bukti bahwa pola makan, khususnya asupan sayuran, memainkan peran penting dalam pencegahan kanker usus,” ujar Jennifer Pallian, ahli gizi dan ilmuwan pangan dari Foodess Creative Inc.
Sayuran cruciferous berasal dari keluarga Brassicaceae, seperti brokoli, kembang kol, kubis, kale, dan Brussels sprouts. Menurut Dr. Supriya Rao, ahli gastroenterologi dari Integrated Gastroenterology Consultants, efek perlindungan ini cenderung optimal pada kisaran 40–60 gram per hari. “Konsistensi jauh lebih penting daripada jumlah berlebihan,” jelasnya.
Apa yang membuat sayuran ini istimewa? Mereka mengandung glucosinolates, senyawa sulfur yang dipecah menjadi isothiocyanates (ITCs). Senyawa aktif ini membantu proses detoksifikasi tubuh dari zat karsinogen, mendukung regenerasi sel sehat, serta mengurangi peradangan. Elizabeth Harris, M.S., R.D.N., menambahkan bahwa senyawa bioaktif tersebut diyakini mampu memperlambat bahkan menghancurkan pertumbuhan sel kanker.
Selain itu, sayuran ini kaya serat, vitamin C, karotenoid, dan flavonoid yang mendukung kesehatan usus dan sistem imun. Untuk menikmatinya, Anda bisa mencoba brokoli panggang dengan olive oil, tumis daging dan brokoli, salad kubis segar, atau menyelipkan kale ke dalam smoothie. Namun, bagi sebagian orang, konsumsi berlebihan bisa menyebabkan kembung. “Tambahkan secara bertahap dan perbanyak minum air agar pencernaan tetap nyaman,” saran Harris.
Dr. Rao juga mengingatkan pentingnya variasi. “Cobalah makan pelangi warna sayur dan konsumsi lebih dari 30 jenis tanaman berbeda setiap minggu. Perubahan kecil akan berdampak besar seiring waktu,” katanya.
0 Komentar
Studi Ungkap Makanan Fermentasi Lebih Ampuh Sehatkan Usus daripada Tinggi Serat, Benarkah?
Kapan Bayi Boleh Sleep Training? Pakar Ungkap Usia Ideal dan Cara Aman agar Tidur Nyenyak
Jangan Anggap Sepele! Cepat Lelah Meski Tidur Cukup Bisa Jadi Tanda Tubuh Kekurangan Zat Besi
Pakar Gizi Ungkap Jam Makan Malam Terbaik, Bisa Bantu Turunkan Berat Badan dan Tidur Lebih Nyenyak
Jangan Anggap Sepele Diare Berair, Bisa Jadi Gejala Cyclosporiasis yang Sedang Merebak
5 Jenis Kanker Paling Mematikan pada Pria dan Wanita, Kanker Paru Masih Jadi Pembunuh Nomor Satu
Leave a comment