10 Menit Rebahan Bisa Bikin Tubuh Lebih Seimbang dan Lentur, Penelitian Ini Buktikan Hasilnya dalam 2 Minggu

20 Mei 2026 14:05
Penulis: Alamsyah, lifestyle
Ilustrasi seseorang melakukan latihan ringan posisi berbaring untuk meningkatkan keseimbangan dan fleksibilitas tubuh.

Sahabat.com - Rutinitas olahraga ringan ternyata tidak selalu harus dilakukan di gym atau dengan gerakan intens. Sebuah penelitian terbaru mengungkap bahwa latihan sederhana selama 10 menit sambil berbaring mampu meningkatkan keseimbangan tubuh, kelenturan, hingga koordinasi gerak hanya dalam waktu dua minggu.

Studi yang dipublikasikan dalam jurnal PLOS One oleh peneliti dari Tokyo University of Agriculture and Technology itu meneliti serangkaian latihan posisi tidur atau supine exercise dengan intensitas rendah. Hasilnya, para peserta mengalami peningkatan kontrol postur tubuh dan kemampuan bergerak ke samping tanpa perlu alat olahraga maupun latihan berdampak tinggi.

Program latihan ini terdiri dari empat gerakan sederhana yang fokus melatih otot inti, panggul, kaki, hingga koordinasi telapak kaki. Salah satu gerakannya mirip bridge pose, di mana peserta mengangkat panggul sambil mengencangkan otot perut selama beberapa detik. Ada pula latihan koordinasi jari kaki yang dibuat seperti permainan “gunting-batu-kertas”.

Meski terlihat ringan, manfaatnya cukup mengejutkan. Peserta penelitian menunjukkan tubuh yang lebih stabil saat berdiri, gerakan yang lebih lincah, serta fleksibilitas tubuh yang meningkat setelah rutin melakukan latihan tersebut setiap hari.

Ahli fisiologi olahraga Jason Machowsky mengatakan kemampuan menjaga postur, keseimbangan, dan koordinasi sangat penting untuk menunjang aktivitas sehari-hari. “Kemampuan menjaga postur tubuh, keseimbangan, dan koordinasi menunjukkan seseorang dapat mengontrol gerakan tubuhnya dengan baik,” ujarnya.

Namun, penelitian ini juga menemukan latihan tersebut belum memberikan perubahan signifikan pada kekuatan otot maupun performa fisik berintensitas tinggi. Karena itu, latihan ringan ini dinilai lebih cocok sebagai pendukung mobilitas tubuh, terutama bagi lansia, orang dalam masa pemulihan, atau mereka yang jarang berolahraga.

Peneliti Tomoaki Atomi menilai penelitian lanjutan masih diperlukan untuk melihat efek latihan ini pada berbagai kelompok usia dan kondisi kesehatan. “Langkah penting berikutnya adalah melihat apakah efek serupa juga terjadi pada orang dengan usia dan kondisi fisik berbeda,” katanya.

Latihan rebahan 10 menit ini bisa menjadi solusi praktis bagi siapa saja yang ingin tetap aktif tanpa harus melakukan olahraga berat. Selain mudah dilakukan di rumah, gerakan sederhana ini juga membantu tubuh tetap lentur dan seimbang di tengah gaya hidup minim aktivitas.

0 Komentar

Berita Terkait

Leave a comment