Jangan Panik! Ini Cara Mudah Bedakan Serangan Cemas dan Serangan Jantung

20 Mei 2026 15:21
Penulis: Alamsyah, lifestyle
Ilustrasi seorang wanita mengalami nyeri dada akibat serangan cemas atau gangguan jantung.

Sahabat.com - Nyeri dada mendadak sering kali langsung dikaitkan dengan serangan jantung. Padahal, kondisi tersebut juga bisa dipicu oleh anxiety atau serangan cemas yang memiliki gejala hampir serupa. Mulai dari dada terasa sesak, jantung berdebar cepat, hingga napas pendek bisa muncul dalam kedua kondisi tersebut.

Menurut Doctronic, serangan jantung biasanya memunculkan rasa nyeri seperti ditekan benda berat atau diremas kuat di area dada. Rasa sakit ini dapat menjalar ke lengan kiri, rahang, punggung, hingga leher dan umumnya berlangsung lebih dari 15 menit. Gejalanya juga cenderung memburuk saat tubuh melakukan aktivitas fisik.

Sebaliknya, nyeri dada akibat anxiety lebih sering terasa tajam atau menusuk dan biasanya muncul saat seseorang mengalami tekanan emosional, stres berlebih, atau kepanikan. Kondisi ini dapat mereda ketika penderita mulai tenang, mengatur napas, atau mengalihkan perhatian.

“Gejala anxiety biasanya mencapai puncak dalam waktu sekitar 10 menit lalu perlahan mereda,” tulis Doctronic dalam laporannya. Sementara serangan jantung dapat berlangsung lebih lama dan terus memburuk jika tidak segera mendapat penanganan medis.

Selain nyeri dada, kedua kondisi ini sama-sama bisa memicu keringat dingin, mual, hingga sesak napas. Karena itu, pemeriksaan medis tetap penting dilakukan, terutama bagi mereka yang memiliki faktor risiko penyakit jantung seperti hipertensi, diabetes, perokok aktif, atau riwayat penyakit jantung dalam keluarga.

Doctronic juga menegaskan bahwa nyeri dada yang disertai muntah, pusing berat, keringat berlebih, dan sulit bernapas sebaiknya tidak dianggap sepele. “Jika ragu, segera cari bantuan medis darurat,” tulis mereka.

Meski anxiety dan serangan jantung memiliki kemiripan gejala, mengenali pola nyeri dan pemicunya dapat membantu seseorang mengambil keputusan yang tepat. Jangan abaikan sinyal tubuh, terutama ketika rasa nyeri terasa semakin intens dan tidak kunjung hilang.

0 Komentar

Berita Terkait

Leave a comment