Rahasia Baru Obat Diet! Studi Hebat Ungkap Penurunan Berat Badan Bisa Turunkan Tekanan Darah Drastis

19 Mei 2026 17:16
Penulis: Alamsyah, lifestyle
Ilustrasi seseorang sedang mengukur tekanan darah sebagai representasi studi tentang hubungan obat penurun berat badan dan kesehatan jantung.

Sahabat.com - Penelitian terbaru yang dipresentasikan dalam European Congress on Obesity 2026 mengungkap fakta mengejutkan: obat-obatan penurun berat badan modern tidak hanya efektif mengurangi lemak tubuh, tetapi juga berdampak langsung pada kesehatan jantung, terutama tekanan darah. Studi meta-analisis yang melibatkan lebih dari 43.000 orang dewasa dengan kelebihan berat badan menemukan penurunan tekanan darah sistolik rata-rata sebesar 5,2 mmHg pada pengguna obat dibandingkan plasebo.

Peserta penelitian juga mengalami penurunan berat badan rata-rata 10,9 persen. Menariknya, setiap penurunan 1 persen berat badan dikaitkan dengan penurunan tekanan darah sekitar 0,34 mmHg. Sekitar 77 persen efek penurunan tekanan darah ini ternyata berasal langsung dari penurunan berat badan itu sendiri.

Obat-obatan modern seperti Ozempic, Wegovy, Zepbound, dan Mounjaro termasuk dalam kelompok terapi yang diteliti. Obat ini bekerja dengan menekan nafsu makan, meningkatkan rasa kenyang, dan mengatur metabolisme tubuh melalui mekanisme hormon GLP-1.

Dokter bariatrik Mir Ali, MD, menyebut hasil ini tidak mengejutkan. “Perbaikan tekanan darah pada pasien yang mengalami penurunan berat badan sudah sering kami lihat dalam praktik klinis,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa bahkan penurunan berat badan ringan saja dapat membantu mengurangi kebutuhan obat hipertensi.

Sementara itu, peneliti utama Marcel Muskiet, MD, menjelaskan bahwa “penurunan tekanan darah sangat erat kaitannya dengan besarnya penurunan berat badan, sehingga pengobatan obesitas kini juga menjadi strategi penting dalam menurunkan risiko kardiovaskular.”

Menariknya, studi juga menunjukkan sebagian efek penurunan tekanan darah mungkin terjadi tanpa hubungan langsung dengan berat badan, melainkan melalui peningkatan fungsi pembuluh darah dan ginjal.

Temuan ini memperkuat pandangan bahwa pengobatan obesitas bukan sekadar soal estetika, tetapi juga langkah penting dalam menjaga kesehatan jantung jangka panjang.

0 Komentar

Berita Terkait

Leave a comment