Waspada! Kejang Pertama Bisa Jadi Tanda Awal Tumor Otak yang Sering Diabaikan

20 Mei 2026 17:37
Penulis: Alamsyah, lifestyle
Pasien menjalani pemeriksaan MRI otak untuk mendeteksi gangguan neurologis seperti tumor atau penyebab kejang.

Sahabat.com - Kejang yang muncul pertama kali pada orang dewasa sering dianggap sebagai kejadian tiba-tiba tanpa sebab jelas, padahal kondisi ini bisa menjadi sinyal penting dari tubuh yang tidak boleh diabaikan. Gejalanya bisa beragam, mulai dari tubuh kejang tak terkendali, kehilangan kesadaran sesaat, bicara tidak jelas, hingga sensasi aneh seperti mencium bau tertentu atau tubuh terasa mati rasa. Meskipun biasanya hanya berlangsung singkat, pengalaman ini sering meninggalkan rasa cemas yang mendalam.

Menurut para ahli neurologi dari Neurosurgery One yang ditinjau oleh tim medis, kejang baru pertama kali bisa menjadi pintu awal untuk mendeteksi gangguan serius pada otak, termasuk kemungkinan tumor. Data medis juga menunjukkan bahwa hingga 50% pasien tumor otak pernah mengalami kejang, meski secara umum kurang dari 10% kasus kejang pertama berkaitan langsung dengan tumor. American Cancer Society juga menegaskan bahwa kejang dapat menjadi salah satu tanda awal yang perlu segera diperiksa lebih lanjut.

Tumor otak, terutama yang tumbuh lambat seperti glioma derajat rendah, dapat mengganggu aktivitas listrik otak dan memicu kejang. Lokasi tumor juga memengaruhi gejala yang muncul, misalnya gangguan penglihatan jika berada dekat saraf optik atau sensasi aneh pada indera tertentu.

Jika mengalami kejang pertama kali, langkah utama adalah segera memeriksakan diri ke unit gawat darurat untuk menyingkirkan penyebab berbahaya seperti stroke atau perdarahan otak. Setelah kondisi stabil, dokter biasanya akan menyarankan MRI otak resolusi tinggi dan EEG untuk mengetahui aktivitas listrik otak secara detail. Teknologi modern seperti MRI berbasis AI dan biopsi cair sistem saraf pusat kini juga membantu mempercepat deteksi tumor secara lebih akurat dan minim invasif.

Kesadaran terhadap sinyal tubuh menjadi kunci penting dalam menjaga kesehatan otak. Kejang pertama bukan selalu berarti kanker, namun tetap menjadi alarm serius yang tidak boleh diabaikan.

0 Komentar

Berita Terkait

Leave a comment