Bayi Lahir Tanpa Detak Jantung, Hidup Kembali Setelah Operasi Darurat 1 Jam

29 Juni 2026 16:22
Penulis: Alamsyah, lifestyle
Bayi Luca yang berhasil diselamatkan setelah lahir tanpa detak jantung dan menjalani operasi darurat selama satu jam. (Foto: GoFundMe)

Sahabat.com - Kisah luar biasa datang dari Inggris, ketika seorang bayi bernama Luca berhasil kembali hidup setelah lahir tanpa detak jantung. Tim medis harus bekerja selama satu jam penuh dalam kondisi darurat untuk menyelamatkan nyawanya usai proses operasi caesar.

Luca merupakan anak dari Demi Duffin dan Charlie Hayes, pasangan muda asal Kent, Inggris. Sejak masa kehamilan, dokter menemukan Luca mengalami gastroschisis, yaitu kondisi ketika terdapat lubang pada dinding perut sehingga sebagian organ tubuh bayi berada di luar rongga perut.

Awalnya, dokter mengatakan kondisi tersebut masih tergolong ringan. Namun, keadaan berubah saat usia kandungan Demi mencapai 30 minggu. Ia menyadari tidak lagi merasakan gerakan bayinya di dalam kandungan.

Setelah sempat dipantau dan kembali pulang, Demi harus dilarikan ke rumah sakit beberapa minggu kemudian karena Luca kembali tidak bergerak. Saat pemeriksaan, dokter menemukan detak jantung Luca telah berhenti.

Tim medis langsung melakukan operasi caesar darurat, meski Luca lahir tujuh minggu lebih cepat dari perkiraan dengan berat hanya sekitar 1,6 kilogram. Setelah lahir tanpa tanda kehidupan, dokter berjuang selama satu jam untuk mengembalikan detak jantungnya.

“Melihat dia lahir dalam keadaan tidak bernyawa sangat berat. Itu adalah satu jam terpanjang dalam hidup saya, tetapi syukurlah rumah sakit berhasil membawanya kembali,” ujar Charlie.

Setelah berhasil diselamatkan, Luca dipindahkan ke rumah sakit khusus di London untuk mendapatkan perawatan intensif. Demi bahkan meninggalkan rumah sakit lebih awal agar bisa berada di sisi bayinya.

Selama menjalani perawatan, Luca harus menjalani dua operasi tambahan. Beberapa minggu setelah kelahirannya, kedua orang tuanya akhirnya bisa menggendong dan melakukan kontak kulit ke kulit untuk pertama kali.

“Rasanya seperti memegang seluruh dunia saya di tangan saya. Saya tidak akan pernah melupakan momen itu,” kata Charlie.

Meski kondisinya masih harus dipantau, keluarga Luca menyebut perkembangan terbaru menunjukkan tanda positif. Luca mulai bisa minum susu lebih banyak dan bahkan sudah mengenakan pakaian pertamanya.

Perjuangan bayi prematur ini masih panjang, namun kisahnya menjadi pengingat tentang kekuatan teknologi medis, kerja keras tenaga kesehatan, dan harapan besar dari sebuah keluarga.

0 Komentar

Berita Terkait

Leave a comment