Benarkah Obat Penurun Berat Badan Bisa Memperlambat Penuaan?

20 Juli 2026 14:35
Penulis: Alamsyah, lifestyle
Ilustrasi obat GLP-1 seperti Ozempic dan Wegovy yang tengah diteliti karena diduga dapat memperlambat penuaan biologis.

Sahabat.com - Obat golongan GLP-1 seperti Ozempic dan Wegovy semakin dikenal sebagai terapi untuk menurunkan berat badan dan mengontrol gula darah. Kini, penelitian terbaru menunjukkan manfaat lain yang tak kalah menarik, yakni berpotensi memperlambat proses penuaan biologis.

Studi yang dipublikasikan dalam jurnal Nature Communications menemukan bahwa semaglutide, zat aktif dalam Ozempic dan Wegovy, mampu memperlambat penumpukan penanda DNA yang berkaitan dengan penuaan biologis. Penelitian ini melibatkan 108 orang dewasa dengan HIV dan lipohipertrofi, kondisi penumpukan lemak berlebih di area perut. Selama 32 minggu, sebagian peserta menerima suntikan semaglutide setiap minggu, sementara sisanya mendapatkan plasebo.

Hasilnya, kelompok yang menggunakan semaglutide menunjukkan laju penuaan biologis sekitar 9 persen lebih lambat. Efek positif tersebut terlihat pada beberapa organ, seperti darah, otak, jantung, ginjal, hati, hingga kesehatan metabolisme secara keseluruhan.

Dokter spesialis kedokteran keluarga, Damian Folch, menjelaskan bahwa manfaat tersebut kemungkinan berkaitan dengan berkurangnya peradangan kronis di dalam tubuh. "Efek yang paling penting adalah penurunan peradangan. Sel lemak memicu peradangan, sehingga berkurangnya lemak tubuh, terutama lemak visceral di perut, memberikan dampak besar terhadap kesehatan secara keseluruhan," ujarnya.

Senada dengan itu, Direktur MemorialCare Surgical Weight Loss Center, Dr. Mir Ali, mengatakan kelebihan berat badan memang dapat memicu peradangan kronis yang berkaitan dengan berbagai penyakit serius, seperti penyakit jantung, diabetes tipe 2, hingga kanker. "Secara teori, jika peradangan kronis berkurang, proses penuaan biologis juga bisa melambat," katanya.

Meski demikian, para ahli mengingatkan bahwa hasil penelitian ini belum bisa disimpulkan berlaku untuk semua orang. Sebab, seluruh peserta penelitian merupakan pasien dengan kondisi kesehatan tertentu yang memang memiliki tingkat peradangan lebih tinggi dibanding populasi umum.

Dr. Mir Ali juga menegaskan bahwa masih terlalu dini menyebut GLP-1 sebagai obat antipenuaan. "Saya belum melihat bukti yang benar-benar meyakinkan bahwa GLP-1 dapat mengurangi peradangan dan memperlambat penuaan tanpa dipengaruhi efek penurunan berat badan," jelasnya.

Karena itu, penelitian lanjutan masih dibutuhkan untuk memastikan apakah manfaat tersebut juga dapat dirasakan oleh orang sehat yang tidak memiliki penyakit kronis.

0 Komentar

Berita Terkait

Leave a comment